← Beranda
Masoud Pezeshkian Pastikan Pemimpin Tertinggi Iran Sehat, Ini yang Dibahas
Rian AlfiantoKamis, 13 Agustus 2026 | 18.29 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Al-Jazeera)

 

JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memastikan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam kondisi sehat setelah keduanya menggelar pertemuan selama tujuh jam. Pertemuan itu juga membahas persatuan nasional hingga persoalan ekonomi yang dihadapi Iran akibat sanksi.

Pezeshkian menyampaikan kondisi Mojtaba Khamenei dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB pada Senin (10/8). Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena Mojtaba Khamenei belum tampil di hadapan publik sejak terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret lalu.

"Dia dalam kondisi kesehatan yang sempurna," kata Pezeshkian saat menjelaskan pertemuannya dengan Mojtaba Khamenei.

Menurut Pezeshkian, pertemuan yang berlangsung selama sekitar tujuh jam itu berjalan sangat baik. Salah satu pesan utama yang ditekankan Mojtaba Khamenei adalah pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas nasional di tengah berbagai tekanan yang dihadapi Iran.

"Pertemuan itu sangat baik," lanjut Pezeshkian.

Pezeshkian mengatakan pembahasan tidak hanya berfokus pada persoalan politik atau keamanan. Keduanya turut membicarakan sejumlah masalah yang langsung berkaitan dengan kehidupan masyarakat Iran.

Beberapa di antaranya adalah penghidupan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan perumahan. Pemerintah Iran juga menghadapi tekanan ekonomi yang berkepanjangan akibat sanksi internasional.

"Kami juga membahas masalah-masalah yang ditimbulkan oleh sanksi," kata Pezeshkian.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ekonomi dan kondisi masyarakat menjadi bagian penting dalam agenda kepemimpinan Iran, terutama ketika negara itu masih menghadapi tekanan eksternal.

Pertemuan antara Pezeshkian dan Mojtaba Khamenei dilaporkan media Iran pada akhir pekan lalu. Pertemuan tersebut berlangsung ketika Pezeshkian memasuki tahun ketiganya sebagai presiden Iran.

Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada isi pertemuan. Kondisi Mojtaba Khamenei juga menjadi sorotan karena ia belum muncul secara terbuka sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Mojtaba Khamenei terpilih melalui Majelis Ahli Iran pada Maret. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang menurut laporan Iran tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.

Sejak pergantian kepemimpinan tersebut, minimnya kemunculan Mojtaba Khamenei di ruang publik memunculkan perhatian terhadap kondisi dan aktivitasnya.

Karena itu, penegasan Pezeshkian mengenai kesehatan Mojtaba Khamenei menjadi salah satu informasi penting dari pertemuan tujuh jam tersebut. Di tengah tekanan ekonomi dan dinamika politik Iran, pemerintah juga berupaya menegaskan pentingnya persatuan nasional sebagai dasar menghadapi berbagai tantangan.

EDITOR: Estu Suryowati