JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia dunia bergerak stagnan pada perdagangan Selasa (11/8). Itu seiring kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang belum juga menemukan titik tengah.
Melansir Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,07 poin atau 0,08 persen ke level 87,78 dollar per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,08 poin atau 0,10 persen ke level 82,29 dollar per barel.
Dilansir dari Reuters, arga minyak yang stagnan tersebut terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump merespon tuntutan Iran terkait dengan kesepakatan damai.
Baca Juga: Beredar Video Mojtaba Khamenei, Iran Pamerkan Pemimpin Tertinggi yang Lama Menghilang
Trump meminta Iran memberikan kompensasi atas orang-orang yang tewas dalam perang, serangan, dan aksi protes.
Trump juga mengatakan bahwa AS telah menguasai Selat Hormuz dan melakukan penyisiran terhadap jalur perairan strategis tersebut untuk mencari ranjau yang dipasang Iran.
Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer mengatakan, sepertinya ada jurang pemisah antara AS dan Iran mengenai seperti apa sebenarnya bentuk kesepakatan yang akan dicapai.
"Akibatnya, sebagian optimisme yang terbentuk pada pekan lalu mulai berbalik arah, sehingga harga minyak kembali mendapatkan dorongan kenaikan," ujar Wateter.
Dia mengatakan, risiko gangguan akses di sekitar Selat Hormuz maupun Bab el-Mandeb masih sangat signifikan.
Baca Juga: Blak-blakan Senator AS Sebut Trump Kalah dalam Perang: Amerika Makin Lemah, Iran Semakin Kuat
Bahkan pembatasan yang hanya terjadi sesekali atau ancaman insiden lebih lanjut tetap membuat biaya asuransi meningkat dan memaksa kapal mengambil rute pelayaran yang lebih panjang.
"Dengan demikian, aliran energi kemungkinan akan tetap terbatas dalam waktu dekat," ujarnya.