← Beranda
Empat Penguin Jepang Mati dalam 10 Hari, Penyebabnya Malaria Unggas
Dhimas GinanjarSabtu, 8 Agustus 2026 | 17.56 WIB
Empat penguin Humboldt yang dipelihara di sebuah kebun binatang di Jepang. (Kyodo)

JawaPos.com - Empat penguin Humboldt yang dipelihara di sebuah kebun binatang di Jepang mati secara beruntun pada Juli. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh penguin tersebut mati akibat malaria unggas.

Seperti dilansir Kyodo, Sabtu (8/8), penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut tidak menular kepada manusia. Namun, pada sejumlah kasus, malaria unggas dapat berkembang dengan cepat dari kondisi tanpa gejala hingga menyebabkan kematian.

Universitas Iwate ditugaskan Yagiyama Zoological Park di Sendai untuk menyelidiki penyebab kematian keempat penguin tersebut.

Penguin pertama yang mati merupakan seekor jantan bernama Aramasa. Keempat penguin tersebut mati dalam rentang 9 hingga 19 Juli.

Menurut pihak kebun binatang, tidak satu pun penguin menunjukkan tanda-tanda sakit hingga sehari sebelum kematian.

Untuk sementara, kebun binatang belum memiliki rencana konkret mendatangkan penguin baru. Pengelola ingin memastikan langkah pencegahan diterapkan sebelum kembali membuka pameran penguin.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah mendesain ulang kandang agar tidak terbentuk genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Penguin Humboldt banyak ditemukan di sepanjang pesisir Peru dan Chile di Amerika Selatan. Spesies ini dinilai lebih mampu beradaptasi dengan iklim hangat dibandingkan penguin dari wilayah dingin seperti Antarktika dan umum dipelihara di berbagai kebun binatang di Jepang.

EDITOR: Dhimas Ginanjar