← Beranda
Iran Sindir Pakta Pertahanan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan
Rian AlfiantoSabtu, 8 Agustus 2026 | 13.53 WIB
Ilustrasi bendera Iran, di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran, di Teheran, Iran, 27 April 2026. (via Reuters)

JawaPos.com - Iran melontarkan respons keras terhadap pembentukan pakta pertahanan bersama antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki. Teheran menilai kesepakatan tersebut tidak akan mampu menjamin keamanan kawasan, bahkan menyindir Riyadh masih bergantung pada negara lain untuk melindungi diri dari ancaman.

Tanggapan itu disampaikan anggota parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, tidak lama setelah tiga negara resmi menandatangani Mecca Joint Defence Agreement. Dalam pakta tersebut, Arab Saudi, Pakistan, dan Turki sepakat menganggap serangan bersenjata terhadap salah satu anggota sebagai serangan terhadap seluruh negara penandatangan.

Meski ketiga negara menegaskan perjanjian tersebut bersifat defensif dan bukan ditujukan kepada negara tertentu, Iran memandang aliansi itu tidak akan menyelesaikan persoalan keamanan di Timur Tengah.

Baca Juga: Presiden Iran Ungkap Sulit Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, Ini Penyebabnya

Melalui unggahan di platform X, Rezaei mengatakan Arab Saudi seharusnya tidak berharap banyak dari perjanjian pertahanan tersebut.

"Arab Saudi harus tahu bahwa perjanjian di atas kertas dengan Turki dan Pakistan tidak akan membawa keamanan, sebagaimana bertahun-tahun bergantung kepada Amerika Serikat juga tidak memberikan keamanan," tulis Rezaei.

Ia juga mendesak Riyadh mengubah pendekatan kebijakan luar negerinya.
"Perbaiki kebijakan Anda sehingga tidak perlu memohon keamanan kepada pihak lain," lanjutnya.

Iran Soroti Ketergantungan Arab Saudi

Pernyataan Rezaei mencerminkan kritik lama Teheran terhadap hubungan keamanan Arab Saudi dengan negara-negara sekutunya. Menurut Iran, stabilitas kawasan tidak dapat dibangun hanya melalui aliansi militer, melainkan membutuhkan perubahan kebijakan dan dialog antarnegara di Timur Tengah.

Baca Juga: Guru Besar IPB Sarankan BGN Buat Menu Lokal MBG, Low Budget Hanya Rp 7.000

Komentar tersebut muncul ketika kawasan masih dilanda ketegangan setelah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Israel, serta kelompok-kelompok sekutu Teheran.

Di sisi lain, Arab Saudi menghadapi ancaman terhadap infrastruktur energi dan proyek pembangunan ekonominya akibat eskalasi konflik yang terus berlangsung.

Pemerintah Arab Saudi sendiri sebelumnya telah membantah bahwa Mecca Joint Defence Agreement dibentuk untuk menghadapi Iran atau membangun poros militer baru di kawasan.

Wakil Menteri Diplomasi Publik Arab Saudi, Rayed Krimly, menegaskan pakta tersebut hanya bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan bersama.

"Perjanjian ini tidak menunjukkan niat untuk membangun poros militer atau blok sektarian/agama."

Krimly juga menegaskan kesepakatan itu tidak berkaitan dengan ambisi nuklir maupun perlombaan senjata.

Baca Juga: Resep Daging Sengkel Pedas Manis: Jadi Menu Favorit Keluarga!

"Perjanjian ini tidak terkait ambisi nuklir ataupun perlombaan senjata, melainkan untuk membangun kemampuan pertahanan yang berkelanjutan dan mandiri."

Meski demikian, reaksi keras dari Iran menunjukkan pembentukan pakta pertahanan Arab Saudi, Pakistan, dan Turki berpotensi menjadi dinamika baru dalam persaingan geopolitik di Timur Tengah, meskipun ketiga negara bersikeras bahwa tujuan utama kerja sama tersebut adalah menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

EDITOR: Bintang Pradewo