← Beranda
Penembakan di Sekolah Thailand: Guru Tewas dan Belasan Orang Terluka, Pelaku Langsung Bunuh Diri
Rian AlfiantoJumat, 7 Agustus 2026 | 20.26 WIB
Personel darurat bekerja di Sekolah Debsirin Nonthaburi, lokasi insiden penembakan, di distrik Bang Kruai di provinsi Nonthaburi di pinggiran Bangkok, Thailand, 7 Agustus 2026. (Chalinee Thirasupa/Reuters).

 

JawaPos.com - Aksi penembakan mengguncang sebuah sekolah menengah di Provinsi Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (7/8). Seorang guru dilaporkan tewas, sementara sedikitnya 15 orang lainnya mengalami luka-luka setelah seorang siswa melepaskan tembakan di lingkungan sekolah.

Otoritas Thailand memastikan situasi telah berhasil dikendalikan. Polisi juga mengidentifikasi pelaku sebagai seorang siswa yang diduga mengakhiri hidupnya setelah melakukan penembakan.

Informasi awal dari Yayasan Poh Teck Tung, salah satu organisasi penyelamat terbesar di Thailand, menyebutkan sedikitnya dua orang meninggal dunia dan 15 lainnya terluka. Dari jumlah korban luka tersebut, satu orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

"Petugas sedang mengevakuasi para siswa dari area kejadian," demikian pernyataan Yayasan Poh Teck Tung.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Seleksi Pimpinan BAZNAS, Cari Sosok Paham Tata Kelola Zakat

Insiden terjadi di Debsirin Nonthaburi School, sekolah menengah ternama yang memiliki sekitar 3.000 siswa. Sekolah tersebut berada di Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, tepat di utara Bangkok dan berlokasi di jalur jalan raya yang cukup padat.

Komandan Kepolisian Provinsi Nonthaburi, Letnan Kolonel Dechrapee Kongdee, mengatakan pelaku diduga bunuh diri setelah melakukan penembakan. Polisi telah memastikan bahwa pelaku merupakan salah seorang siswa di sekolah tersebut.

Sementara itu, Central Investigation Bureau (CIB) Thailand menyatakan kondisi di lokasi kini sudah terkendali. "Situasi kini telah berada di bawah kendali," jelas otoritas terkait dikutip via CNN.

Guru dan Siswa Menjadi Korban

Berdasarkan laporan Reuters, korban luka terdiri atas seorang guru dan tiga siswa, selain korban lainnya yang masih menjalani perawatan.

Rekaman video yang telah diverifikasi CNN memperlihatkan kepanikan saat para siswa berlarian keluar dari gedung sekolah. Dalam video tersebut, sejumlah staf sekolah terlihat membantu proses evakuasi untuk menjauhkan siswa dari lokasi penembakan.

Tim medis dan petugas penyelamat segera berdatangan dengan membawa tandu. Sejumlah korban dievakuasi ke ambulans, sementara tenaga medis memberikan pertolongan darurat di lokasi kejadian.

Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif di balik aksi penembakan tersebut.

Thailand Masih Bergulat dengan Kekerasan SenjataKasus penembakan di sekolah kembali menyoroti tingginya kepemilikan senjata api di Thailand dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Baca Juga: AI Kini Bisa Bertindak Sendiri, Komdigi Siapkan Aturan Baru untuk Cegah Risiko

Berdasarkan data Small Arms Survey (SAS) tahun 2017, terdapat lebih dari 10,3 juta senjata api yang dimiliki warga sipil di Thailand, atau sekitar 15 senjata untuk setiap 100 penduduk.

Sementara itu, data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) dalam basis data Global Burden of Disease 2019 menunjukkan Thailand merupakan negara dengan tingkat pembunuhan menggunakan senjata api tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Filipina.

Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden penembakan di lingkungan pendidikan di Thailand. Pada Februari lalu, seorang guru tewas dan seorang siswa terluka setelah seorang pelaku bersenjata melepaskan tembakan di sebuah sekolah di Distrik Hat Yai, Thailand selatan.

Sebelumnya, pada 2022, Thailand juga diguncang tragedi penembakan massal di sebuah pusat penitipan anak di wilayah timur laut yang menewaskan 36 orang, termasuk 24 anak-anak. Insiden tersebut hingga kini tercatat sebagai salah satu tragedi penembakan paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan