JawaPos.com – Kozo Okamoto, anggota Tentara Merah Jepang (Japanese Red Army) yang menjadi satu-satunya pelaku selamat dalam serangan di Bandara Internasional Tel Aviv pada 1972, meninggal dunia pada usia 78 tahun. Kabar tersebut disampaikan kelompok Palestina yang selama ini memberikan dukungan kepadanya selama hidup di pengasingan di Lebanon.
Seperti dilansir Kyodo, Jumat (24/7), Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (Popular Front for the Liberation of Palestine/PFLP) menyatakan Okamoto meninggal dunia di pinggiran Beirut, Lebanon.
Okamoto dikenal sebagai salah satu dari tiga anggota Tentara Merah Jepang yang melancarkan serangan di Bandara Internasional Tel Aviv pada 1972. Mereka menggunakan senapan serbu dan granat dalam aksi yang menewaskan lebih dari dua lusin orang.
Dalam serangan tersebut, Okamoto menjadi satu-satunya pelaku yang selamat. Ia kemudian ditangkap oleh otoritas Israel dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Namun, pada 1985 Okamoto dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan antara Israel dan Palestina. Setelah itu, ia menetap di Lebanon dan menjalani kehidupan dalam pengasingan.
Pada 1997, aparat Lebanon kembali menangkap Okamoto bersama empat anggota Tentara Merah Jepang lainnya. Mereka diduga memalsukan paspor untuk kepentingan perjalanan.
Setelah menyelesaikan masa hukumannya pada 2000, pemerintah Lebanon memberikan suaka politik kepada Okamoto. Sejak saat itu, ia terus tinggal di negara tersebut hingga akhir hayatnya.
Tentara Merah Jepang merupakan kelompok militan sayap kiri yang aktif pada dekade 1970-an. Kelompok itu dikenal karena serangkaian aksi bersenjata dan memiliki hubungan dengan sejumlah organisasi militan Palestina.
PFLP, yang mengumumkan kabar kematian Okamoto, merupakan organisasi Palestina yang selama bertahun-tahun memberikan perlindungan dan dukungan kepada mantan anggota Tentara Merah Jepang tersebut selama berada di Lebanon.