← Beranda
Ancam Serang Infrastruktur Sipil Iran, Trump Dibalas Peringatan Keras Teheran
Rian AlfiantoJumat, 24 Juli 2026 | 03.11 WIB
Ilustrasi bendera Iran, di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran, di Teheran, Iran, 27 April 2026. (via Reuters)

JawaPos.com - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus meningkat. Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman baru kepada Teheran dengan menyatakan bahwa setiap serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik di ibu kota Teheran.

Pernyataan tersebut langsung memicu respons keras dari Iran. Seorang pejabat militer Iran memperingatkan bahwa negaranya siap membalas dengan menyerang infrastruktur strategis di kawasan, termasuk fasilitas energi yang terkait dengan kepentingan Amerika Serikat.

Eskalasi ini memperbesar kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak dunia.

Baca Juga: Tentaranya Tewas karena Serangan Iran, Donald Trump Cari Kambing Hitam dan Salahkan Yordania

Trump menyampaikan ancaman itu melalui media sosial pada Rabu (22/7). Ia menegaskan bahwa jika kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz diserang, Washington tidak akan ragu menargetkan fasilitas sipil Iran sebagai balasan.

Di sisi lain, Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan Iran mengutip seorang pejabat militer yang menegaskan bahwa ancaman tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.

"Iran akan membalas dengan menargetkan infrastruktur dan jembatan di seluruh kawasan, termasuk fasilitas energi yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat," kata pejabat tersebut.

Perselisihan Program Nuklir Memperkeruh Situasi

Selain ketegangan di Selat Hormuz, perseteruan mengenai program nuklir Iran juga kembali menjadi sorotan.

Laporan The Wall Street Journal, yang mengutip pejabat intelijen Israel dan AS, menyebut Iran diyakini telah memindahkan ribuan sentrifugal pengayaan uranium ke jaringan terowongan jauh di bawah pegunungan di Iran tengah. Lokasi tersebut berada di Gunung Kolang atau dikenal juga sebagai Pickaxe Mountain.

Menurut laporan itu, pemindahan dilakukan setelah serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada tahun lalu. Trump bahkan disebut telah mengancam akan melancarkan serangan besar ke kawasan pegunungan tersebut dalam waktu dekat.

Namun, Iran membantah tuduhan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa tidak ada aktivitas nuklir di lokasi yang dimaksud.

"Tidak ada aktivitas nuklir yang berlangsung di sana," kata Baghaei melalui media sosial.

Ia juga menuduh Washington menggunakan isu tersebut sebagai alasan yang dibuat-buat untuk membenarkan tindakan militer. Menurut Baghaei, tuduhan itu hanyalah 'dalih yang direkayasa' untuk melakukan 'agresi, penghancuran, dan sabotase' terhadap Iran.

Selain itu, meningkatnya saling ancam antara Washington dan Teheran membuat Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia. Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu merupakan salah satu rute distribusi minyak paling vital di dunia.

Setiap eskalasi militer di kawasan tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi global sekaligus meningkatkan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah