← Beranda
Bertemu Donald Trump, Presiden Lebanon Minta Bekingan Angkatan Bersenjata dari AS
Rian AlfiantoRabu, 22 Juli 2026 | 13.17 WIB
Pertemuan Presiden Lebanon dengan Donald Trump pada Selasa (21/7) waktu setempat. (AP News).

 

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan komitmennya untuk membantu Lebanon bangkit setelah bertahun-tahun menghadapi berbagai krisis.

Pernyataan itu disampaikan saat menerima Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih pada Selasa (21/7) waktu setempat, dalam pertemuan bilateral yang juga membahas stabilitas keamanan negara Timur Tengah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Joseph Aoun secara langsung meminta Washington agar tetap memberikan dukungan kepada Angkatan Bersenjata Lebanon atau Lebanese Armed Forces (LAF).

Menurutnya, bantuan Amerika Serikat sangat penting untuk mencegah wilayah selatan Lebanon kembali terjerumus ke dalam kekacauan seperti yang pernah terjadi pada era 1970-an.

Baca Juga: Nyaris 100 Tentara AS Terluka saat Perang 2 Pekan dengan Iran, Mayoritas Gegar Otak

Pertemuan tersebut menjadi momen bersejarah karena Aoun merupakan presiden Lebanon pertama yang berkunjung ke Gedung Putih dalam hampir dua dekade. Ini juga menjadi pertemuan tatap muka pertama antara Trump dan Aoun sejak keduanya menjabat.

Trump menegaskan bahwa Lebanon selama bertahun-tahun telah mengalami perlakuan yang tidak adil dan membutuhkan dukungan internasional untuk kembali pulih.

“Ini telah menjadi tempat dan negara yang diperlakukan dengan sangat buruk, dan kita akan memperlakukannya dengan baik, serta diperlakukan dengan rasa hormat yang layak," kata Trump dikutip dari Arab News.

Pernyataan tersebut menunjukkan sinyal bahwa pemerintahan Trump ingin memperkuat hubungan dengan Beirut sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Di sisi lain, Presiden Joseph Aoun menyoroti pentingnya keberlanjutan bantuan militer Amerika Serikat bagi Lebanon. Ia memperingatkan bahwa berkurangnya dukungan terhadap LAF berpotensi memicu kembali instabilitas keamanan, terutama di wilayah selatan Lebanon yang selama ini menjadi kawasan sensitif.

Menurut Aoun, Angkatan Bersenjata Lebanon merupakan institusi utama yang mampu menjaga stabilitas nasional di tengah berbagai tantangan keamanan yang dihadapi negara itu.

"Kami tidak ingin melihat itu kembali lagi. Yang kami minta hanyalah, terus dukung LAF," ujar Aoun kepada wartawan usai pertemuan dengan Trump.

Ia kembali menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan militer Lebanon dalam menjaga keamanan negara.

Baca Juga: Pakar Hukum Soroti Penyamaran Aset Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Diduga Agar Tak Terlacak PPATK

"Yang kami minta hanyalah, terus dukung LAF... Saya sepenuhnya mempercayai LAF. Saya sepenuhnya mempercayai kepemimpinan LAF," lanjutnya.

Pertemuan Trump dan Aoun dipandang sebagai langkah penting dalam membuka kembali hubungan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Lebanon.

Selain membahas dukungan terhadap sektor pertahanan, dialog kedua pemimpin juga menjadi sinyal adanya upaya mempererat kerja sama bilateral di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah yang masih penuh tantangan.

Dengan komitmen Trump untuk membantu Lebanon dan permintaan Aoun agar dukungan terhadap militer negaranya tetap dipertahankan, hasil pertemuan ini berpotensi menjadi fondasi baru bagi hubungan Washington-Beirut sekaligus mendukung stabilitas keamanan Lebanon pada masa mendatang.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan