← Beranda
JD Vance Jadi Wapres AS Pertama dalam 155 Tahun yang Anaknya Lahir Saat Menjabat
Rian Alfianto• Senin, 20 Juli 2026 | 20.11 WIB
Wakil Presiden AS JD Vance bersama delegasi tingkat tinggi Iran di pertemuan di Swiss. (ABC News)

JawaPos.com - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mencetak sejarah setelah menyambut kelahiran anak keempatnya saat masih menjabat.

Momen ini menjadi peristiwa langka karena Vance merupakan wakil presiden AS pertama dalam lebih dari 155 tahun yang dikaruniai anak selama menduduki jabatan tersebut.

Bayi laki-laki yang diberi nama Alec Neel Vance lahir pada Minggu (19/7) waktu setempat. Kabar bahagia itu diumumkan langsung oleh JD Vance bersama istrinya, Second Lady Usha Vance, melalui media sosial.

"Kami dengan gembira mengumumkan bahwa bayi laki-laki kami, Alec Neel Vance, lahir pagi ini. Usha dan bayi dalam kondisi bahagia dan sehat, sementara anak-anak kami sangat senang menyambut adik laki-laki mereka," tulis pasangan tersebut dalam pernyataan bersama.

Baca Juga: Wapres AS JD Vance Resmi Jadi Ayah Empat Anak, Ukir Sejarah Baru di Gedung Putih

Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada tim dokter di Walter Reed National Military Medical Center dan tim medis Gedung Putih yang mendampingi proses persalinan.

Alec menjadi anak keempat pasangan tersebut setelah Ewan (9), Vivek (6), dan Mirabel (4).

Peristiwa Langka dalam Sejarah Politik Amerika

Kelahiran Alec bukan sekadar kabar keluarga bagi orang nomor dua di Amerika Serikat. Peristiwa ini juga memiliki nilai sejarah.

Menurut White House Historical Association, terakhir kali seorang wakil presiden AS menjadi ayah saat masih menjabat adalah Schuyler Colfax.

Ia menyambut kelahiran putranya, Schuyler Colfax III, pada 1870 ketika menjabat sebagai wakil presiden.

Baca Juga: JD Vance Bongkar Borok Zionis Israel, Sebut Ada Upaya Dorong AS Terus Berperang dengan Iran

Sebelumnya, John C. Calhoun juga memiliki seorang putra bernama William pada 1829 saat menduduki kursi wakil presiden.

Artinya, JD Vance mengakhiri penantian lebih dari satu setengah abad sejak terakhir kali peristiwa serupa terjadi di tingkat kepemimpinan tertinggi Amerika Serikat.

Selaras dengan Kampanye Dorong Angka Kelahiran

Kelahiran anak keempat ini juga sejalan dengan sikap politik JD Vance yang selama beberapa tahun terakhir vokal mendorong masyarakat Amerika memiliki lebih banyak anak.

Mantan Marinir AS berusia 41 tahun itu berulang kali mengingatkan tentang penurunan angka kelahiran di Amerika sejak memulai karir politiknya pada 2021 sebagai calon senator dari Ohio.

Saat menghadiri aksi March for Life pada 2025, Vance bahkan secara terbuka mengatakan: "Saya ingin lebih banyak bayi di Amerika Serikat."

Baca Juga: Wapres AS Vance: Pejabat Israel Berupaya Perpanjang Konflik dengan Iran

Pandangan tersebut menjadi salah satu tema yang konsisten ia suarakan sejak menjabat sebagai wakil presiden.

Terinspirasi Kisah Duka Charlie Kirk

JD Vance sebelumnya mengungkapkan bahwa keputusan memiliki anak lagi juga dipengaruhi percakapannya dengan Erika Kirk, istri aktivis konservatif Charlie Kirk, yang tewas dibunuh pada 2025.

Menurut Vance, Erika mengatakan dirinya berharap memiliki lebih dari dua anak bersama sang suami sebelum tragedi itu terjadi.

Namun, Usha Vance menegaskan bahwa percakapan tersebut bukan satu-satunya alasan mereka memperbesar keluarga.

"Itu sangat kuat, apa yang (Erika) katakan tentang keluarganya sendiri, dan tentu saja sangat menyentuh hati kami berdua. Saya pikir saya sudah mulai membuka pikiran saya terhadap kemungkinan itu," ujar Usha dalam wawancara bersama CBS Sunday Morning.

Baca Juga: Trump dan JD Vance Klaim Iran Siap Terima Inspeksi Nuklir, Teheran Langsung Membantah: “Tidak Ada Komitmen Baru”

"Saya tidak akan mengatakan bahwa ini, bagi saya, dengan cara apa pun, faktor yang menentukan. Tapi itu datang di tengah percakapan yang sudah kami lakukan," lanjutnya.

Selain itu, selama menjabat, Usha Vance dan ketiga anak mereka beberapa kali ikut mendampingi perjalanan luar negeri wakil presiden menggunakan Air Force Two, bahkan sering menjadi perhatian publik karena tampil santai saat keberangkatan.

Kehamilan Usha, yang diumumkan pada Januari lalu, juga mendapat sorotan luas karena sangat jarang keluarga pejabat tertinggi Amerika Serikat bertambah ketika masih berada di Gedung Putih.

Belakangan, Usha juga menjadi perbincangan setelah kritik mode dari The New York Times menyoroti gaun hamil berwarna koral yang dikenakannya dalam program 'Storytime with the Second Lady'.

Baca Juga: Usai Bertemu Pejabat Iran di Swiss, JD Vance Yakin Perang Bisa Diakhiri Permanen

EDITOR: Bayu Putra