← Beranda
Trump Janji Balas Kematian Prajurit AS di Yordania, Serangan Besar ke Iran kembali Digencarkan
Rian AlfiantoSenin, 20 Juli 2026 | 07.01 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP)

 

 

JawaPos.com - Donald Trump menegaskan akan membalas kematian dua prajurit Amerika Serikat yang tewas dalam serangan di Yordania dengan melancarkan operasi militer baru terhadap Iran.

Serangan balasan tersebut memperburuk gencatan senjata yang baru disepakati kedua negara dan memicu kembali ketegangan di Timur Tengah, termasuk ancaman terhadap keamanan pelayaran minyak di Selat Hormuz.

Trump bahkan dilaporkan memerintahkan militer melancarkan serangan udara baru. Menurut Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), operasi tersebut bertujuan menghukum Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dituding bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Amerika di Yordania pada 17 Juli lalu.

"Pasukan CENTCOM berhasil menghantam fasilitas pengawasan pesisir dan pertahanan udara militer Iran, kemampuan maritim, dan lokasi penyimpanan rudal dan drone untuk terus menurunkan kemampuan militer Iran," tulis CENTCOM melalui akun resminya di X.

CENTCOM menambahkan bahwa serangan juga secara khusus menyasar pasukan IRGC yang menyerang personel militer Amerika di Yordania.

Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan NewsNation, Trump menyebut gugurnya dua prajurit AS sebagai tragedi yang sangat menyedihkan. "Sangat menyedihkan, itu hal yang sangat menyedihkan," ucap Trump.

Ia mengatakan para prajurit tersebut meninggal saat menjalankan tugas untuk negara. "Kami benci melihat itu terjadi. Ini dalam pelayanan untuk negara kami," sebut Trump.

Trump juga kembali menegaskan bahwa Amerika tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut memberikan penghormatan kepada kedua prajurit yang gugur.

Menurut laporan MS Now, kematian dua personel terbaru itu menambah jumlah tentara Amerika yang tewas menjadi sedikitnya 16 orang sejak konflik antara AS dan Iran pecah pada akhir Februari.

 

Iran Balas dengan Membekukan Kesepakatan Damai

Tak lama setelah serangan terbaru AS, Iran mengumumkan menghentikan seluruh komitmennya dalam memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani dengan Amerika Serikat bulan lalu.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menuding Washington lebih dahulu melanggar isi kesepakatan tersebut.

"Amerika Serikat telah melanggar dan menangguhkan semua komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad," jelas Gharibabadi.

Ia menambahkan: "Kami juga telah menangguhkan komitmen kami; kami tidak melaksanakannya dan sibuk membela negara kami".

Saat dimintai tanggapan mengenai keputusan Iran itu, Trump menjawab singkat. "Aku tidak peduli."

Baca Juga: AS Gempur Iran Lagi, Serang Fasilitas Militer hingga Pulau Strategis Qeshm Usai Dua Tentara Amerika Tewas

Kesepakatan yang semula ditujukan untuk menghentikan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz kini terancam gagal setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan. (*)

 

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan