← Beranda
Rusia Diguncang Serangan Drone Ukraina, Gudang Raksasa E-Commerce Wildberries Dibakar, 8 Tewas dan Puluhan Luka
Rian AlfiantoMinggu, 19 Juli 2026 | 05.44 WIB
Ilustrasi Serangan Ukraina Hantam Pusat Logistik Rusia. (Al-Jazeera)

 

JawaPos.com - Serangan drone jarak jauh Ukraina kembali menghantam wilayah Rusia dengan sasaran yang kali ini berbeda. Dua gudang milik Wildberries, perusahaan e-commerce terbesar di Rusia yang kerap disebut sebagai 'Amazon versi Rusia', diserang hingga menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 62 lainnya.

Pemerintah Rusia menyatakan serangan terjadi pada dua pusat logistik Wildberries di Tambov, sekitar 475 kilometer tenggara Moskow, serta di Elektrostal, wilayah Moskow. Gudang tersebut dilaporkan mengalami kebakaran hebat setelah dihantam drone pada malam hari.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa serangan tersebut memang menargetkan 'fasilitas logistik utama' yang menurut Kyiv digunakan untuk memasok komponen yang dikenai sanksi internasional, termasuk perlengkapan produksi drone dan perangkat navigasi bagi Rusia.

Selain menyerang gudang logistik, Zelensky mengatakan pasukannya juga menggempur sejumlah target di Laut Azov, Laut Hitam, wilayah Crimea yang dianeksasi Rusia, serta sebuah fasilitas minyak.

"Operasi ini merupakan respons terhadap serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil, kota-kota, dan komunitas kami," kata Zelensky dikutip dari BBC.

 

Gudang Wildberries jadi Target Strategis

Serangan ini menjadi salah satu yang paling mematikan terhadap fasilitas logistik Rusia sejak perang berlangsung. Wildberries bukan sekadar perusahaan e-commerce, tetapi juga dinilai memiliki peran penting dalam rantai distribusi barang di Rusia.

Ketua Ukrainian Security and Cooperation Centre, Serhii Kuzan, mengatakan gudang Wildberries dipilih karena memiliki nilai strategis bagi logistik Rusia.

"Alasan utama menyerang gudang Wildberries adalah untuk mengganggu logistik Rusia dan pasokan barang-barang dengan fungsi ganda, elektronik penting, barang-barang yang terkena sanksi, dan sejenisnya kepada tentara Rusia maupun industri persenjataannya," ujar Kuzan kepada BBC.

Ia menambahkan bahwa situs Wildberries juga disebut digunakan oleh relawan Rusia untuk membeli berbagai perlengkapan militer, seperti radio komunikasi, rompi antipeluru, hingga komponen drone.

"Kerusakan kolateral dari serangan semacam itu juga dapat berdampak serius pada ekonomi Rusia, serta efek psikologis pada masyarakat Rusia dan, kemungkinan, pada dukungan berkelanjutan untuk perang," lanjut Kuzan.

Wildberries sendiri merupakan perusahaan hasil penggabungan dengan perusahaan periklanan Russ dalam grup RWB yang menurut Forbes Russia bernilai sekitar 12,6 miliar dolar AS pada 2026.

 

Delapan Orang Tewas, Puluhan Korban Terluka

Korban terbesar terjadi di gudang Wildberries di Tambov. Gubernur Tambov Evgeniy Pervyshov mengatakan tujuh pekerja yang sedang menjalani sif malam meninggal dunia di lokasi.

"Tujuh orang yang bekerja shift malam meninggal di tempat," tulis Pervyshov melalui Telegram.

Ia menambahkan sebanyak 25 orang mengalami luka-luka, termasuk tujuh korban dalam kondisi kritis. Sebagian besar korban menderita luka akibat serpihan ledakan.

Pervyshov juga menyebut serangan tersebut merupakan 'serangan terbesar dan paling tidak manusiawi' yang pernah dialami wilayah Tambov jika dilihat dari jumlah drone yang digunakan maupun banyaknya korban. Menurutnya, sebanyak 28 drone berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai sasaran.

Sementara itu, di gudang Wildberries di Elektrostal, satu orang dilaporkan tewas dan 37 lainnya terluka. Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengatakan delapan korban berada dalam kondisi serius.

Ia juga mengungkapkan bahwa pertahanan udara Rusia berhasil menjatuhkan 48 drone di wilayah Moskow. Namun, salah satu drone yang jatuh tetap memicu kebakaran di sebuah depot minyak.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api besar disertai kepulan asap hitam membumbung dari kompleks gudang logistik. Dalam rekaman lain terlihat puluhan pekerja berlarian keluar menuju area parkir ketika ledakan masih terus terjadi.

Beberapa video juga memperlihatkan bagian dinding bangunan runtuh saat api melahap seluruh kompleks gudang. BBC menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen keaslian rekaman tersebut.

Diketahui, serangan terhadap Wildberries menjadi bagian dari strategi terbaru Ukraina yang semakin gencar menyerang infrastruktur penting Rusia, terutama sektor energi dan logistik.

Kyiv mengklaim hampir 43 persen kapasitas kilang minyak Rusia telah lumpuh akibat rangkaian serangan drone dalam beberapa waktu terakhir. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Ukraina menegaskan fasilitas minyak dan gas Rusia merupakan target militer yang sah karena menjadi sumber utama pendanaan invasi Moskow sejak perang pecah pada Februari 2022.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya juga mengakui bahwa serangan drone Ukraina telah memicu kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah. Pemerintah Rusia bahkan telah mengesahkan aturan baru untuk memperkuat pasokan bahan bakar ke pasar domestik sebagai respons terhadap gangguan tersebut.

Di sisi lain, Rusia juga terus melancarkan serangan ke berbagai kota di Ukraina. Pada Rabu dini hari, sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas akibat serangan Rusia di sejumlah wilayah Ukraina.

EDITOR: Estu Suryowati