JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memerintahkan serangan militer ke Iran setelah mengancam akan 'menghantam mereka lebih keras' menyusul saling serang yang terjadi sehari sebelumnya.
Melansir BBC, serangan terbaru dilaporkan memicu ledakan di sejumlah wilayah strategis Iran di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Di sisi lain, Iran tak tinggal diam. Teheran mengecam serangan tersebut dan memperingatkan bahwa setiap aksi militer Amerika akan dibalas.
Ketegangan yang kembali memanas ini juga memicu insiden keamanan di sejumlah negara Teluk, meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan keamanan jalur perdagangan internasional.
Menurut laporan media pemerintah Iran, ledakan terdengar di sejumlah kota pesisir selatan, termasuk Sirik, Bandar Abbas, Konarak, dan Chabahar. Bandar Abbas dan Sirik merupakan kota pelabuhan yang berada di tepi Selat Hormuz.
Baca Juga: KPK Sita Uang Dolar Singapura yang Diduga Diserahkan Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli
Tak lama setelah operasi militer berlangsung, Trump mengklaim serangan itu merupakan balasan atas dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut sehari sebelumnya.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang juga menjadi kepala negosiator Iran dalam pembicaraan dengan Amerika menegaskan negaranya tidak akan tinggal diam.
Melalui akun X, ia menulis: "Amerika masih belum belajar bahwa intimidasi dan melanggar janji tidak lagi bebas biaya."
"Biarkan saya mengatakannya dengan jelas: jika Anda menyerang, Anda akan terkena," lanjut Ghalibaf.
Ghalibaf juga menegaskan Selat Hormuz hanya akan dibuka sesuai pengaturan Iran, bukan karena tekanan dari Amerika Serikat.
Selain itu, televisi pemerintah Iran melaporkan sedikitnya delapan ledakan terjadi di Bandar Abbas. Dua rudal dilaporkan menghantam pelabuhan Sirik dan Jask.
Selain itu, dua proyektil juga dilaporkan menghantam Pulau Abu Musa yang selama bertahun-tahun menjadi wilayah sengketa antara Iran dan Uni Emirat Arab. Media pemerintah Iran juga menyebut sistem pertahanan udara di Bandar Abbas diaktifkan setelah serangan berlangsung.
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai besarnya kerusakan akibat serangan Amerika. Namun media Iran melaporkan terjadi pemadaman listrik di Chabahar serta kebakaran di barak Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Bushehr.
Kantor berita Iranian Students' News Agency (ISNA) melaporkan dua dari tiga jalur listrik yang sempat terputus di Chabahar berhasil dipulihkan dalam waktu singkat.