← Beranda
Trump Kembali Ingin Caplok Greenland, Begini Respons Tegas NATO soal Ambisi AS di Arktik
Rian AlfiantoKamis, 9 Juli 2026 | 01.30 WIB
Ilustrasi: Donald Trump kekeuh ingin menguasai Greenland. (Global News)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan ambisinya untuk menguasai Greenland. Namun, di tengah pernyataan kontroversial tersebut, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa isu keamanan di kawasan Arktik harus ditangani melalui kerja sama aliansi, bukan langkah sepihak.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat tampil bersama Rutte pada Rabu. Presiden AS tersebut kembali menyebut Greenland memiliki nilai strategis yang sangat penting bagi keamanan global dan menilai pulau otonom milik Denmark itu seharusnya berada di bawah kendali Washington.

"Kami mengambil Greenland, lalu dengan bodohnya kami mengembalikannya. Kami seharusnya tidak mengembalikannya karena kamilah yang membutuhkannya. Kami membutuhkannya untuk melindungi dunia, bukan hanya Amerika Serikat," kata Trump dikutip CNBC.

Baca Juga: Viral Manajer Bank Mengaku jadi Korban Dugaan Kekerasan oleh Pengusaha Besar

Menurut Trump, Greenland memiliki kepentingan strategis bagi Amerika Serikat, bahkan ia menyebut wilayah tersebut tidak terlalu penting bagi Denmark.

NATO Akui Kekhawatiran Trump soal Arktik, tetapi Tekankan Kerja Sama
Menanggapi pernyataan Trump, Mark Rutte mengakui bahwa kekhawatiran mengenai meningkatnya aktivitas Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik memang patut diperhatikan.

Meski demikian, Rutte menegaskan bahwa NATO telah memiliki mekanisme dan proses bersama dengan Denmark serta Greenland untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Trump benar sekali mengenai pentingnya mencegah China dan Rusia memperoleh akses ke Arktik," ujar Rutte.

Ia merujuk pada klaim Trump bahwa kawasan di sekitar Greenland semakin ramai oleh aktivitas kapal-kapal Rusia dan Tiongkok.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn Kamis, 9 Juli 2026: Kerja Keras Mulai Berbuah, Saatnya Percaya pada Proses dan Peluang Baru

"Karena itu sangat penting bagi kita sebagai sebuah aliansi untuk bekerja sama memastikan hal itu tidak terjadi. Dan terkait Denmark maupun Greenland sendiri, kami sudah memiliki proses yang baik," lanjut Rutte.

Pernyataan Rutte menunjukkan bahwa NATO mengakui pentingnya posisi strategis Greenland, namun tetap menekankan pendekatan kolektif di antara negara-negara anggota aliansi.

Denmark Tegaskan Greenland Bukan untuk Dijual

Sementara itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen kembali menolak keras keinginan Trump menguasai Greenland.

Ia menegaskan bahwa status Greenland tidak dapat diperjualbelikan dan meminta seluruh sekutu NATO menghormati kedaulatan Denmark serta hak rakyat Greenland untuk menentukan masa depannya sendiri.

"Posisi kami jelas seperti selama ini. Greenland tentu saja tidak untuk dijual," kata Frederiksen.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces Kamis, 9 Juli 2026: Saatnya Melihat dari Sudut Pandang Baru, Peluang Baik Datang Ketika Hati dan Pikiran Selaras

Ia menambahkan, "Kami berharap semua pihak, termasuk seluruh sekutu, menghormati hak rakyat Greenland untuk menentukan nasib sendiri. Kami adalah negara yang berdaulat dan semua pihak harus menghormati integritas wilayah serta kedaulatan kami."

Ketika ditanya apakah Denmark siap mempertahankan Greenland jika terjadi serangan, Frederiksen menjawab negaranya siap membela seluruh wilayah NATO, termasuk Greenland.

"Kami siap mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO, termasuk wilayah kami sendiri," ungkapnya.

Menurut Frederiksen, prinsip utama NATO sejak didirikan adalah bahwa seluruh anggota akan saling membantu apabila salah satu negara mendapat ancaman.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Jemput Bola, Puluhan Titik Parkir Belum Digital Siap Didatangi

Sebagai informasi, ambisi Trump terhadap Greenland bukanlah isu baru. Sejak awal tahun, ia berulang kali menyatakan Amerika Serikat perlu menguasai pulau terbesar di dunia itu karena letaknya yang strategis di kawasan Arktik.

Namun, pemerintah Denmark maupun para pemimpin Greenland berkali-kali menegaskan bahwa wilayah tersebut bukan untuk dijual dan masa depannya hanya dapat ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri.

Meski demikian, Trump sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan NATO telah membentuk kerangka kerja untuk membahas masa depan Greenland.

Saat ini, kelompok kerja yang melibatkan perwakilan Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland disebut masih terus melakukan pembahasan mengenai langkah selanjutnya.

EDITOR: Bintang Pradewo