JawaPos.com - Di saat jutaan warga Iran memadati jalan-jalan Teheran untuk mengantar Ayatollah Ali Khamenei ke peristirahatan terakhir, Israel justru mengirim pesan keras kepada calon pemimpin baru Republik Islam tersebut.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan siapa pun yang kelak menggantikan Khamenei dan kembali mengancam negaranya akan menghadapi nasib yang sama.
Pernyataan itu disampaikan Katz ketika prosesi pemakaman Khamenei berlangsung pada Senin. Pemimpin tertinggi Iran tersebut tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari, sebuah operasi yang menjadi salah satu eskalasi paling besar dalam sejarah konflik kedua negara.
Baca Juga: 6 Pelajaran Hidup Masa Kecil yang Bikin Persahabatan dan Hubungan Bertahan Seumur Hidup
"Setiap tokoh seperti itu yang mencoba mempromosikan rencana untuk menghancurkan Israel lagi juga akan digagalkan," kata Katz, seperti dikutip Jerusalem Post.
Ucapan Katz secara jelas merujuk pada operasi militer yang menewaskan Khamenei. Menurut dia, serangan tersebut telah menghilangkan ancaman langsung terhadap keberlangsungan Israel sekaligus melemahkan kemampuan strategis Iran.
Katz juga menegaskan Israel tidak akan ragu bertindak jika ancaman serupa kembali muncul. Ia mengatakan negaranya siap mempertahankan diri kapan pun, bahkan tanpa bergantung pada bantuan negara lain.
Pernyataan itu langsung menyita perhatian karena disampaikan pada momen yang sangat sensitif. Di Teheran, lautan pelayat masih memenuhi ibu kota untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.
Di saat yang sama, pernyataan pejabat senior Israel justru mengisyaratkan bahwa opsi penggunaan kekuatan militer masih tetap terbuka terhadap kepemimpinan baru Iran.
Ancaman tersebut juga muncul ketika upaya diplomasi sebenarnya mulai menunjukkan perkembangan. Pada 17 Juni lalu, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang bertujuan mengakhiri konfrontasi militer sekaligus membuka jalan menuju penyelesaian konflik secara damai.
Karena itu, pernyataan Katz memunculkan pertanyaan mengenai masa depan proses perdamaian tersebut. Di satu sisi, Iran dan Amerika Serikat sedang mencoba membangun kembali jalur diplomasi.
Namun di sisi lain, Israel masih secara terbuka menegaskan kemungkinan melakukan serangan baru apabila menilai kepemimpinan Iran kembali mengembangkan rencana untuk menyerang wilayahnya.
Kematian Ayatollah Ali Khamenei sendiri telah menjadi titik balik dalam rivalitas panjang Iran dan Israel. Untuk pertama kalinya, pemimpin tertinggi Iran tewas dalam operasi militer yang diklaim dilakukan bersama oleh Israel dan Amerika Serikat, sebuah peristiwa yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.
Kini, di tengah prosesi berkabung di Teheran dan upaya diplomasi yang masih berlangsung, ancaman terbaru dari Israel menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan belum benar-benar mereda. Perdamaian yang mulai dirintis masih dibayangi risiko konfrontasi baru apabila hubungan kedua negara kembali memburuk.