← Beranda
Pimpinan Hamas dan Hizbullah Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran
Rian AlfiantoSenin, 6 Juli 2026 | 18.51 WIB
Ribuan warga Iran mengikuti doa bersama untuk Ayatollah Ali Khamenei pada hari kedua prosesi pemakaman di Grand Mosalla, Teheran / Foto: The Guardian

 

JawaPos.com - Sejumlah pemimpin kelompok militer yang selama ini didukung Iran menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.

Akhir pekan lalu, di antara tamu yang hadir terpantau ada delegasi Hamas, Hizbullah Lebanon, Jihad Islam Palestina, hingga perwakilan Houthi dari Yaman.

Kehadiran mereka menjadi sorotan karena mencerminkan hubungan erat Iran dengan kelompok-kelompok yang selama ini tergabung dalam jaringan yang oleh Teheran disebut sebagai poros perlawanan atau (axis of resistance).

Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat menetapkan Hamas, Hizbullah, dan Houthi sebagai organisasi teroris.

Media pemerintah Iran melaporkan, para utusan Hamas dan Hizbullah juga menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di sela-sela rangkaian upacara penghormatan terakhir untuk Khamenei.

Puluhan ribu warga memadati kompleks keagamaan Grand Mosalla di ibu kota Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.

Selama memimpin Iran sejak 1989, ia menjadi figur dengan kewenangan tertinggi yang memiliki keputusan akhir dalam berbagai kebijakan strategis negara.

Sementara melansir France24, delegasi Hizbullah dipimpin oleh pejabat senior sekaligus mantan menteri Lebanon, Mohammed Fneish.

Menurut keterangan kelompok tersebut kepada media Lebanon, rombongan juga membawa sejumlah pejabat serta keluarga anggota Hizbullah yang gugur maupun terluka.

Sementara itu, Hamas menyatakan delegasinya dipimpin oleh Ketua Biro Politik Mohammed Darwish. Rombongan juga diikuti sejumlah anggota biro politik, termasuk Bassem Naim.

Selain Hamas dan Hizbullah, televisi pemerintah Iran melaporkan kehadiran pemimpin Jihad Islam Palestina Ziyad al-Nakhalah serta anggota senior kelompok Houthi, Dhaif Allah al-Shami.

Hubungan Iran dengan Hamas kembali menjadi perhatian setelah pemimpin politik Hamas saat itu, Ismail Haniyeh, tewas dalam operasi Israel di Teheran pada Juli 2024. Haniyeh saat itu berada di Iran untuk menghadiri pelantikan Presiden Masoud Pezeshkian sebelum menjadi sasaran serangan.

Prosesi Pemakaman Berlangsung Beberapa Hari

Sebagian besar pejabat asing dan tamu kenegaraan telah memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei pada Jumat.

Pemimpin Iran yang berkuasa sejak 1989 itu tewas pada usia 86 tahun bersama sejumlah anggota keluarganya dan pejabat tinggi lainnya dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, yang kemudian memicu perang di Timur Tengah.

Sebelumnya, jenazah Khamenei disemayamkan di dalam ruangan agar dapat dihormati para pejabat tinggi Iran dan tamu asing.

Setelah itu, peti jenazah dipindahkan ke area luar ruangan dan dipajang di dalam kotak kaca bersama peti jenazah putrinya, menantu laki-laki, menantu perempuan, serta cucunya yang masih berusia 14 bulan, yang juga menjadi korban serangan udara tersebut.

Pemerintah Iran telah menyiapkan rangkaian pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari. Setelah prosesi besar di pusat Kota Teheran pada Senin, jenazah akan dibawa ke Kota Qom untuk upacara keagamaan pada Selasa (7/7) besok.

Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan ke Irak untuk prosesi penghormatan di dua kota suci Syiah, Najaf dan Karbala, pada Rabu.

Setelah itu, jenazah akan kembali ke Iran dan diarak di Kota Mashhad sebelum dimakamkan di dekat makam salah satu imam Syiah abad pertengahan.

Baca Juga: Tiga Putra Mendiang Ayatollah Ali Khamenei Muncul di Pemakaman, di Manakah Mojtaba?

Pemerintah Iran menyatakan akan mengerahkan jutaan orang untuk mengikuti rangkaian prosesi tersebut. Otoritas juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk transportasi, makanan, dan akomodasi bagi para peserta yang datang dari berbagai wilayah.

 

EDITOR: Kuswandi