JawaPos.com - Keiko Fujimori resmi memenangkan Pemilu Presiden Peru, namun kemenangan tersebut kembali menghidupkan perdebatan mengenai warisan politik keluarganya.
Putri mantan Presiden Alberto Fujimori itu kini memimpin negara yang masih terbelah, sementara sejarah kelam dinasti Fujimori terus membayangi pemerintahannya.
Otoritas pemilu Peru menetapkan Keiko Fujimori sebagai pemenang putaran kedua pemilu presiden dengan 50,135 persen suara, mengungguli Roberto Sanchez yang memperoleh 49,865 persen atau terpaut sekitar 50.000 suara.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 4 Juli 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Keberhasilan itu menjadi pencapaian setelah tiga kali gagal merebut kursi presiden.
Dalam pidato usai dinyatakan menang, Fujimori menegaskan pemerintahannya akan mengutamakan dialog dan pemulihan kepercayaan publik.
"Kami akan mengidentifikasi semua praktik terbaik, inisiatif, dan proyek yang telah membuahkan hasil sehingga mereka dapat melanjutkan," ujar Fujimori mengutip Reuters.
Meski memenangkan pemilu, Keiko Fujimori tidak lepas dari kontroversi yang mengikuti keluarganya selama puluhan tahun.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Paraguay di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar Desire Doue!
Ayahnya, Alberto Fujimori, memimpin Peru pada 1990-2000 dengan pendekatan tangan besi. Ia dikenang karena berhasil menumpas kelompok gerilyawan Maois dan mengendalikan hiperinflasi yang sempat melumpuhkan ekonomi Peru.
Namun di sisi lain, Alberto Fujimori dijatuhi hukuman penjara selama 16 tahun atas kasus pelanggaran hak asasi manusia.
Sejarah tersebut membuat nama keluarga Fujimori tetap menjadi salah satu isu paling sensitif dalam politik Peru.
Keiko Juga Pernah Terseret Kasus Hukum
Keiko Fujimori sendiri juga sempat menghadapi persoalan hukum.
Ia pernah diselidiki dalam dugaan pelanggaran pendanaan kampanye dan beberapa kali ditahan sepanjang 2018 hingga 2020.
Secara total, ia menghabiskan hampir satu setengah tahun di penjara selama proses penyelidikan. Namun seluruh tuduhan tersebut akhirnya dihentikan tahun lalu.
Tantangan Berat Menyatukan Peru
Tugas pertama Fujimori setelah dilantik pada 28 Juli bukan hanya menjalankan pemerintahan baru, tetapi juga menyatukan Peru yang terbelah akibat konflik politik dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo dan Virgo 4 Juli 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Negara itu masih memiliki Kongres yang terfragmentasi dan dikenal sering menjatuhkan presiden sebelum masa jabatan berakhir.
Perbedaan ekonomi antara ibu kota Lima dan wilayah pedesaan juga masih sangat lebar.
Wilayah pedesaan menjadi basis utama Roberto Sanchez. Kawasan tersebut sebelumnya juga menjadi pusat demonstrasi besar setelah Presiden Pedro Castillo dimakzulkan, yang mengakibatkan lebih dari 60 orang tewas dalam bentrokan dengan aparat keamanan.