← Beranda
Iran Ancam AS dan Israel Jelang Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Siapkan Balasan Keras Jika Mengganggu 
Rian AlfiantoSabtu, 4 Juli 2026 | 00.51 WIB
Ayatollah Ali Khamenei dan istrinya tewas dalam serangan AS dan Israel. (India Today)

JawaPos.com - Iran kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel menjelang rangkaian pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Pemerintah Iran menegaskan siap memberikan respons militer jika ada serangan atau ancaman terhadap negara maupun para pemimpinnya selama prosesi berlangsung.

Peringatan tersebut disampaikan ketika Iran meningkatkan pengamanan nasional dan menerapkan pembatasan wilayah udara di sejumlah kota penting, termasuk Teheran dan Mashhad, demi memastikan jalannya prosesi pemakaman yang dimulai pada 4 Juli hingga 9 Juli.

Baca Juga: Danantara Temukan Indikasi Rekayasa Keuangan di PT Pos Indonesia

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi, mengatakan Iran tidak akan tinggal diam apabila kembali menjadi sasaran serangan.

"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel), agar tidak melakukan salah perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami," ujar Abdollahi dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran.

Pernyataan tersebut muncul setelah Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara pada hari pertama perang yang memicu eskalasi besar di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Iran sendiri telah menetapkan prosesi pemakaman kenegaraan berlangsung selama beberapa hari. Iring-iringan jenazah akan dimulai di Teheran pada 4 Juli sebelum berakhir dengan pemakaman di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli mendatang.

Di antara rentang waktu tersebut, sejumlah upacara penghormatan juga dijadwalkan digelar di Kota Qom serta beberapa lokasi di Irak yang memiliki nilai religius bagi masyarakat Syiah.

Prosesi tersebut diperkirakan akan dihadiri jutaan pelayat serta sejumlah pejabat tinggi Iran dan tokoh dari negara-negara sekutu.

Iran Tegaskan Akan Membalas Setiap Ancaman

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga menyampaikan peringatan serupa. Ia menegaskan Teheran akan memberikan respons yang cepat dan kuat terhadap setiap ancaman yang menyasar rakyat maupun kepemimpinan Iran.

Pernyataan Araqchi disampaikan setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, sebagai sosok yang "ditandai untuk dibunuh" (marked for death), sehingga memicu ketegangan baru antara kedua negara.

Pernyataan dari kedua pejabat Iran tersebut menunjukkan bahwa Teheran menempatkan seluruh aparat keamanan dan militernya dalam status siaga tinggi selama masa berkabung nasional.

Keamanan Diperketat, Wilayah Udara Dibatasi

Media-media Iran melaporkan bahwa langkah pengamanan diperketat di berbagai wilayah menjelang dan selama prosesi pemakaman.

Selain meningkatkan penjagaan di lokasi-lokasi strategis, Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran juga mengumumkan pembatasan sementara ruang udara di sejumlah kota, termasuk Teheran dan Mashhad.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk mendukung pengamanan selama rangkaian acara kenegaraan sekaligus mengantisipasi kemungkinan ancaman terhadap jalannya prosesi pemakaman.

Meningkatnya kewaspadaan Iran menandai masih tingginya ketegangan di kawasan, dengan Teheran menegaskan bahwa setiap bentuk serangan terhadap wilayah, rakyat, maupun pemimpin negara akan dibalas secara tegas oleh angkatan bersenjatanya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah