← Beranda
Bocah 11 Tahun Nyetir Pikap Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 9 Orang Tewas
Rian AlfiantoJumat, 3 Juli 2026 | 13.34 WIB
9 biksu tewas setelah seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang mengemudikan pikap orang tuanya menabrak rombongan biksu yang sedang berjalan menuju prosesi Buddha di Thailand pada 2 Juli 2026. (Facebook/Udonthani Update)

JawaPos.com - Kecelakaan tragis mengguncang Thailand, usai sebuah mobil pikap yang dikendarai bocah 11 tahun menabrak rombongan biksu Buddha yang sedang berziarah di Provinsi Mukdahan, Kamis (2/7) waktu setempat.

Insiden tersebut menewaskan sembilan biksu dan menyebabkan sekitar 10 orang lainnya mengalami luka serius.

Peristiwa itu terjadi saat 35 biksu bersama lima umat awam berjalan di tepi jalan dalam rangka perjalanan ziarah keagamaan.

Polisi menyebut pengemudi merupakan anak berkebutuhan khusus yang membawa mobil pikap milik orang tuanya tanpa izin sebelum akhirnya kehilangan kendali.

Baca Juga: Jangan Asal Injak Pedal Gas! Kebiasaan Sepele Ini Bikin Mobil Cepat Rusak hingga Picu Kecelakaan

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan sekaligus menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kronologi Kecelakaan

Salah seorang biksu yang selamat, Phra Sompong, menceritakan detik-detik mengerikan ketika kendaraan melaju ke arah rombongan.

"Saya melihat seorang anak mengemudikan mobil pikap mendekat. Saat itu saya sedang melafalkan 'Buddho, Buddho'," ujarnya dalam video yang diunggah tim penyelamat setempat.

Ia mengatakan tabrakan terjadi begitu cepat sehingga sebagian besar rombongan tidak sempat menyelamatkan diri.

"Tiba-tiba truk itu menabrak kami dengan kecepatan tinggi. Beruntung saya dan seorang biksu lainnya sempat melompat menghindar," lanjutnya.

Baca Juga: Bos Honda Team Asia Blak-blakan! Kecelakaan Veda Ega Pratama di Moto3 Belanda 2026 Dibayar Mahal

Menurutnya, sembilan biksu yang berada di barisan paling depan selamat dari benturan langsung.

"Namun biksu lainnya yang tertabrak sampai terpental ke udara."

Sementara itu, melansir Channel News Asia, rekaman CCTV dari bangunan di sekitar lokasi juga memperlihatkan rombongan biksu sedang berjalan di sisi jalan.

Beberapa kendaraan melintas sebelum terdengar suara benturan keras yang menghentikan prosesi tersebut.

Korban Tewas Bertambah

Polisi awalnya menyatakan lima biksu meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Baca Juga: Pengemudi Kelelahan Jadi Penyebab Kecelakaan, Teknologi Kini Bisa Memberi Peringatan Dini

Tak lama kemudian, Pemerintah Provinsi Mukdahan mengonfirmasi seorang korban lainnya meninggal sehingga total korban jiwa menjadi sembilan orang.

Selain korban meninggal, otoritas kesehatan melaporkan empat biksu sempat berada dalam kondisi kritis dan sekitar 10 orang mengalami luka berat. Sedangkan korban lainnya menjalani perawatan akibat luka ringan.

Polisi Sebut Pengemudi Anak Berkebutuhan Khusus

Kepala Kepolisian Provinsi Mukdahan, Mayor Jenderal Pairoj Thaiphutra, mengatakan bocah berusia 11 tahun tersebut mengambil kendaraan dari rumah keluarganya tanpa sepengetahuan orang tuanya.

"Pengemudi, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun dengan kebutuhan khusus, membawa mobil pikap dari rumah keluarganya dan mengemudi sekitar 10 kilometer sebelum menabrak rombongan biksu," kata Pairoj kepada wartawan.

Polisi telah mengamankan kendaraan untuk menjalani pemeriksaan forensik.

Baca Juga: Jasaraharja Putera Lindungi Pengunjung Jakarta Fair 2026, Setiap Orang Dapat Rp 10 Juta Jaminan Kecelakaan

"Kendaraan telah dibawa untuk pemeriksaan forensik guna mengetahui penyebab kecelakaan."

Selain itu, penyidik juga memanggil kedua orang tua anak tersebut.

"Kami telah meminta orang tua anak itu datang agar dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan anak tersebut sehingga proses hukum bisa dilanjutkan."

Menurut Pairoj, hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka karena penyidik masih mengumpulkan fakta-fakta di lapangan.

Ia juga menjelaskan bahwa polisi belum dapat meminta keterangan dari bocah tersebut karena masih mengalami syok berat setelah kecelakaan.

Baca Juga: Dramatis, Polisi dan Warga Berhasil Cegah Kecelakaan Maut setelah Hentikan Truk Rem Blong di Tulang Bawang

Di Thailand, anak yang berusia di bawah 12 tahun tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.

 

EDITOR: Bayu Putra