← Beranda
Pakistan Serang Afghanistan, 25 Militan Tewas, Taliban Sebut Puluhan Warga Sipil Jadi Korban
Rian AlfiantoSenin, 29 Juni 2026 | 23.34 WIB
Tentara paramiliter dan petugas polisi berjaga-jaga di jalan yang ditutup dekat lokasi serangan kelompok tempur di markas provinsi paramiliter Pakistan Rangers di Karachi, Pakistan, pada 28 Juni 2026. (Ali Raza/AP).

 

JawaPos.com - Pakistan melancarkan operasi militer lintas perbatasan ke wilayah timur Afghanistan yang diklaim menewaskan 25 militan.

Serangan pada Senin (29/6) waktu setempat itu menyasar kelompok Jamaat-ul-Ahrar, faksi pecahan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), yang dituding Islamabad sebagai dalang serangan mematikan terhadap markas paramiliter Rangers di Karachi akhir pekan lalu.

Namun, pemerintah Taliban di Afghanistan membantah klaim tersebut. Kabul menyatakan serangan udara Pakistan justru menghantam kawasan sipil dan menyebabkan puluhan warga sipil menjadi korban.

Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan operasi diawali dengan pengerahan pasukan darat sebelum dilanjutkan serangan udara presisi pada Minggu malam hingga Senin (29/6) waktu setempat.

Baca Juga: Beber Sejumlah Capaian, Kemenhut Ungkap Penurunan Karhutla Hingga Komitmen Turunkan Emisi Lewat Karbon Hutan

"Tiga target di Paktia, Paktika, dan Kunar berhasil dihancurkan dalam serangan presisi," ujar Tarar.

Dilansir dari Euronews, dia menegaskan operasi militer hanya menyasar markas persembunyian Jamaat-ul-Ahrar.

"Operasi militer difokuskan secara ketat pada tempat persembunyian dan lokasi aman kelompok tersebut," katanya.

Pakistan Kaitkan Operasi dengan Serangan di Karachi

Operasi lintas perbatasan ini merupakan respons atas serangan besar terhadap markas Rangers di Karachi pada Sabtu lalu. Dalam insiden itu, ledakan bom disusul aksi penembakan yang menewaskan tiga personel paramiliter.

Pemerintah Pakistan menyebut telah menangkap seorang warga negara Afghanistan yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Islamabad juga kembali menuduh kelompok militan anti-Pakistan berlindung di wilayah Afghanistan.

Namun tuduhan itu kembali dibantah Kabul. Pemerintah Taliban berulang kali menegaskan wilayah Afghanistan tidak digunakan sebagai tempat berlindung kelompok militan yang menyerang negara lain.

Taliban: Serangan Pakistan Hantam Wilayah Sipil

Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengecam keras operasi militer Pakistan. Menurutnya, serangan udara yang dilakukan di tiga provinsi timur Afghanistan lebih banyak mengenai kawasan sipil.

Ia menyebut operasi tersebut sebagai "tindakan agresi yang pengecut" dan menolak narasi Pakistan bahwa sasaran serangan adalah markas kelompok bersenjata.

Baca Juga: Toyota Yakin Industri Otomotif Indonesia Punya Daya Tahan Kuat

Pemerintah Afghanistan juga melaporkan puluhan warga sipil menjadi korban dalam serangan terbaru tersebut.

Hubungan Pakistan-Afghanistan Kian Memburuk

Serangan terbaru ini memperpanjang ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan yang terus meningkat sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021.

Konflik kedua negara semakin membesar setelah pecah perang singkat pada Februari lalu. Meski gencatan senjata disepakati pada Maret, bentrokan bersenjata dan serangan lintas perbatasan masih terus terjadi.

Menurut otoritas Afghanistan, serangan Pakistan sepanjang Juni saja telah menewaskan sedikitnya 13 orang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya juga melaporkan bahwa gelombang pertempuran sejak awal tahun telah menewaskan ratusan orang dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.

Salah satu serangan Pakistan pada Maret bahkan menghantam pusat rehabilitasi narkoba di Afghanistan yang menurut PBB menewaskan ratusan orang.

Berbagai upaya mediasi internasional, termasuk yang melibatkan China, hingga kini belum mampu menghasilkan penyelesaian diplomatik yang permanen antara kedua negara.

Akibat hubungan yang terus memburuk, perbatasan Pakistan-Afghanistan masih sebagian besar ditutup sejak gelombang bentrokan sebelumnya. Situasi keamanan di kawasan perbatasan pun tetap rapuh dan berpotensi kembali memicu eskalasi konflik dalam waktu dekat.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan