← Beranda
Hadiri London Climate Action Week Bersama Raja Charles III, Menteri Jumhur Hidayat Tekankan Pengurangan Emisi dari Sektor Sampah
Banu AdikaraJumat, 26 Juni 2026 | 20.34 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat bertemu Raja Charles III di London. (Istimewa)

 

JawaPos.com – Pengurangan emisi gas metana dari sektor limbah menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam forum iklim internasional yang dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat di Istana St James's, London.

Forum High-Level Super Pollutant Reception yang merupakan bagian dari rangkaian London Climate Action Week (LCAW) 2026 itu juga dihadiri Raja Charles III, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, serta sejumlah pemimpin dunia dan tokoh lingkungan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, emisi super-pollutants, terutama gas metana, menjadi fokus pembahasan. Metana menyumbang hampir sepertiga pemanasan global saat ini, tetapi memiliki umur yang lebih pendek di atmosfer dibanding karbon dioksida sehingga pengurangannya dinilai sebagai salah satu langkah tercepat untuk memperlambat laju perubahan iklim.

Baca Juga: Menteri LH Jumhur Tegaskan Ekonomi Hijau Bukan Sekadar Teori 

Bagi Indonesia, persoalan tersebut dinilai berkaitan erat dengan pengelolaan sampah, khususnya limbah makanan yang masih menjadi penyumbang utama emisi metana di tempat pemrosesan akhir (TPA).

"Kehadiran kita di forum ini menegaskan komitmen Indonesia bahwa kita tidak hanya berfokus pada transisi energi, tetapi juga pada aksi-aksi nyata di sektor pengelolaan limbah. Gas metana yang dihasilkan dari tumpukan sampah, terutama sisa makanan, adalah ancaman senyap yang harus kita tangani segera," ujar Jumhur Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima.

Baca Juga: Susul Ketum KSPSI Jumhur Hidayat, Said Iqbal Dikabarkan Bakal Dilantik jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Menurut Jumhur, Indonesia telah memasukkan pengurangan emisi metana dari sektor limbah ke dalam kebijakan nasional. Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan dan perubahan perilaku masyarakat.

"Tumpukan sampah organik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) kita adalah sumber utama gas metana. Kita sedang mendorong kebijakan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir. Mengurangi food waste bukan sekadar soal lingkungan, tapi juga ketahanan pangan dan kesadaran mutlak dari pola perilaku ekonomi masyarakat kita," katanya.

Baca Juga: Memaknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bank Mandiri Lanjutkan Akselerasi Keberlanjutan

Seruan serupa juga disampaikan Sekjen PBB António Guterres yang mendorong negara-negara memangkas limbah makanan, menghentikan praktik open dumping, serta meningkatkan penangkapan emisi metana dari TPA.

Untuk diketahui, pemerintah Indonesia menyatakan akan memperkuat pengelolaan sampah di daerah melalui target pengurangan emisi pada sektor limbah yang dimuat dalam Subnational NDC Roadmap. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pengendalian perubahan iklim yang dapat dimulai dari pengelolaan sampah dan perubahan perilaku masyarakat sehari-hari.

EDITOR: Banu Adikara