← Beranda
Kronologi Penembakan Masjid San Diego: Polisi Sudah Cari Pelaku sebelum Serangan Terjadi
Rian AlfiantoSelasa, 19 Mei 2026 | 18.35 WIB
Sebuah mayat ditutupi dengan terpal di tempat penembakan di luar Pusat Islam San Diego pada hari Senin, 18 Mei 2026, di San Diego. (AP/Gregory Bull)

 

JawaPos.com - Terkait kejadian penembakan di masjid oleh remaja di San Diego pada Senin (18/5) waktu setempat, pihak kepolisian San Diego mengungkap bahwa mereka sebenarnya sudah memburu salah satu pelaku penembakan masjid beberapa jam sebelum serangan berdarah itu terjadi pada Senin waktu setempat.

Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan pencarian dimulai setelah ibu salah satu pelaku yang berusia 17 tahun melapor bahwa anaknya melarikan diri dan diduga memiliki kecenderungan bunuh diri.

Menurut Wahl, sejumlah senjata diketahui hilang dari rumah keluarga tersebut, termasuk kendaraan milik sang ibu yang turut dibawa kabur.

Kecurigaan polisi meningkat setelah mengetahui remaja itu mengenakan pakaian kamuflase dan bepergian bersama seorang rekannya yang berusia 18 tahun.

"Tidak terduga bagi seseorang yang akan mati karena bunuh diri," kata Wahl melansir AP News.

Polisi kemudian menggunakan berbagai teknologi pelacakan, termasuk automated license plate readers atau pembaca pelat nomor otomatis, untuk menemukan kendaraan para pelaku.

Petugas sempat dikerahkan ke sebuah pusat perbelanjaan yang terdeteksi menjadi lokasi kendaraan tersebut. Sekolah tempat salah satu pelaku pernah belajar juga menerima peringatan dari aparat.

Namun di tengah proses pencarian, polisi menerima laporan adanya penembakan di Islamic Center of San Diego.

Petugas tiba di lokasi sekitar empat menit setelah panggilan darurat diterima. Saat aparat mendekati area masjid, suara tembakan kembali terdengar beberapa blok dari lokasi.

Seorang pekerja pertamanan sempat menjadi sasaran tembakan, tetapi selamat tanpa luka.

Tak lama kemudian, polisi menemukan kendaraan para pelaku berhenti di tengah jalan. Kedua remaja itu ditemukan tewas di dalam mobil dan diduga bunuh diri setelah melakukan penyerangan.

Rekaman udara televisi memperlihatkan suasana mencekam di kompleks masjid yang dikelilingi puluhan kendaraan polisi. Sejumlah anak terlihat dievakuasi sambil bergandengan tangan keluar dari area parkir.

Orang tua murid kemudian diarahkan menuju titik penjemputan khusus untuk mengambil anak-anak mereka dengan aman.

Polisi masih menyelidiki motif pasti penyerangan tersebut, termasuk dugaan unsur kebencian terhadap komunitas Muslim di wilayah tersebut.

EDITOR: Estu Suryowati