JawaPos.com - Dua remaja bersenjata menyerang Islamic Center of San Diego, California, Amerika Serikat, pada Senin (18/5) waktu setempat. Tiga pria dilaporkan tewas dalam insiden tersebut sebelum kedua pelaku ditemukan bunuh diri di dalam kendaraan mereka beberapa blok dari lokasi kejadian.
Melansir AP News, pihak kepolisian San Diego kini menyelidiki kasus itu sebagai dugaan kejahatan bermotif kebencian atau hate crime setelah menemukan indikasi 'retorika kebencian' yang terkait dengan para pelaku.
Kepala Kepolisian San Diego Scott Wahl mengatakan tidak ada ancaman spesifik yang sebelumnya ditujukan kepada masjid terbesar di San Diego County tersebut. Namun, penyidik menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada unsur kebencian.
"Tidak ada ancaman spesifik yang dibuat terhadap Pusat Islam San Diego, tetapi pihak berwenang menemukan bukti bahwa para tersangka terlibat dalam retorika kebencian yang umum," kata Wahl.
Adapun salah satu korban tewas merupakan petugas keamanan masjid bernama Amin Abdullah. Polisi meyakini tindakan Abdullah berhasil mencegah jatuhnya korban lebih banyak saat serangan berlangsung.
"Ini adil untuk mengatakan bahwa tindakannya heroik. Tidak diragukan lagi dia menyelamatkan nyawa hari ini," ujar Wahl.
Sahabat keluarga korban, Shaykh Uthman Ibn Farooq, mengatakan Abdullah telah lama dikenal sebagai sosok yang menjaga keamanan jamaah di masjid tersebut.
"Dia ingin membela orang yang tidak bersalah, jadi dia memutuskan untuk menjadi penjaga keamanan," katanya.
Islamic Center of San Diego merupakan pusat komunitas Muslim terbesar di wilayah tersebut dan memiliki Al Rashid School yang menyediakan pendidikan bahasa Arab, studi Islam, dan Al-Qur’an untuk anak-anak.
Direktur masjid, Imam Taha Hassane, mengecam keras serangan itu dan menyebut tempat ibadah seharusnya menjadi ruang aman bagi semua orang.
"Semua tempat ibadah di kota kita yang indah harus selalu dilindungi," ucapnya terkait kejadian tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum penembakan terjadi, sekelompok warga non-Muslim tengah mengikuti tur edukasi di masjid untuk mempelajari Islam dan mempererat hubungan lintas agama.
Council on American-Islamic Relations (CAIR) turut mengutuk penembakan tersebut. Direktur Eksekutif CAIR-San Diego, Tazheen Nizam, menegaskan tidak boleh ada warga yang merasa takut saat beribadah atau belajar di sekolah.
Baca Juga: Penembakan di Acara Trump Terjadi di Lokasi Tempat Reagan Dulu Ditembak sampai Hampir Mati
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun ikut menanggapi insiden itu dan menyebutnya sebagai situasi yang mengerikan. (*)