← Beranda
Terungkap, Presiden Perancis Emmanuel Macron Disebut Pernah Ditampar Istrinya Perkara Chatting dengan Perempuan Iran
Rian AlfiantoJumat, 15 Mei 2026 | 01.17 WIB
Presiden Perancis Emmanuel Macron. (Al-Jazeera)

 

JawaPos.com - Sebuah buku baru di Perancis memunculkan kembali kontroversi yang sempat viral tahun lalu terkait momen Presiden Perancis Emmanuel Macron diduga pernah ditampar istrinya, Brigitte Macron, saat kunjungan kenegaraan di Vietnam.

Buku tersebut mengklaim insiden itu dipicu pesan atau chatting pribadi dari seorang aktris muda yang ditemukan Brigitte di ponsel sang presiden.

Klaim tersebut muncul dalam buku berjudul An (Almost) Perfect Couple karya jurnalis Florian Tardif yang terbit baru-baru ini. Dalam wawancara dengan RTL France, Tardif menyebut hubungan komunikasi antara Macron dan aktris kelahiran Iran, Golshifteh Farahani, menjadi sumber ketegangan rumah tangga pasangan nomor satu Prancis itu.

Menurut Tardif, Macron disebut pernah mengirim pesan bernada personal kepada Farahani.

"Aku menganggapmu sangat cantik," tulis Macron kepada Farahani dalam salah satu pesan yang dikutip Tardif.

Farahani, 42 tahun, dikenal sebagai aktris sekaligus pengkritik keras rezim Iran. Media Perancis Le Parisien melaporkan hubungan keduanya disebut berlangsung dalam bentuk 'hubungan platonis' selama beberapa bulan.

Insiden yang kembali ramai dibahas itu dilaporkan terjadi pada Mei tahun lalu ketika Emmanuel Macron dan Brigitte Macron bersiap turun dari pesawat di Hanoi, Vietnam.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Brigitte melakukan gerakan yang disebut menyerupai tamparan ke arah wajah Macron.

Menurut isi buku tersebut, sesaat sebelum kejadian, Brigitte disebut membaca pesan dari Farahani di ponsel suaminya.

“(Hal ini) memicu ketegangan dalam pasangan tersebut hingga adegan pribadi itu akhirnya menjadi konsumsi publik,” kata Tardif, seperti dikutip media Perancis.

Dalam kutipan lain di buku itu, Tardif menulis bahwa yang paling melukai Brigitte bukan isi pesan tersebut, melainkan makna di balik kedekatan itu.

"Yang menyakiti Brigitte bukanlah isi pesannya seperti yang diisyaratkan: sebuah kemungkinan ... tidak ada yang nyata atau yang benar-benar bisa dikecam, tetapi idenya saja ... sudah cukup."

Tardif juga mengutip seorang teman Brigitte yang mengatakan: "Dia (Brigitte) melihat dirinya terhapus."

Di sisi lain, pihak Brigitte Macron langsung membantah isi buku tersebut. Perwakilan ibu negara Prancis menegaskan Brigitte tidak pernah memeriksa ponsel suaminya.

"Brigitte Macron dengan tegas menolak laporan ini langsung kepada penulis pada 5 Maret, dengan menyatakan bahwa dia tidak pernah melihat ponsel suaminya," kata perwakilan Brigitte kepada Le Parisien.

Golshifteh Farahani juga telah berulang kali membantah rumor hubungan spesial dengan Macron yang beredar sejak tahun lalu.

"Saya pikir ada kekurangan cinta bagi sebagian orang dan mereka perlu menciptakan romansa seperti ini untuk mengisi (kekosongan)," ujar Farahani kepada Le Point pada Maret lalu.

Ketika video insiden di Vietnam pertama kali viral, tim Macron sempat melakukan klarifikasi. Awalnya, muncul klaim bahwa video tersebut kemungkinan hasil manipulasi AI sebelum akhirnya pihak istana menyebut kejadian itu hanyalah candaan antara pasangan suami istri.

"Itu adalah momen ketika presiden dan istrinya bersantai untuk terakhir kalinya sebelum dimulainya perjalanan dengan bercanda," kata seorang rekan dekat Macron saat itu.

Macron sendiri juga membantah adanya konflik serius dan meminta publik tidak membesar-besarkan kejadian tersebut.

EDITOR: Estu Suryowati