JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang Iran belum benar-benar berakhir meski gencatan senjata sudah diberlakukan sejak April lalu. Netanyahu bahkan meminta seluruh fasilitas nuklir Iran dibongkar dan material uranium yang masih tersisa segera dipindahkan.
Pernyataan keras itu memperlihatkan Israel belum rela konflik dengan Iran dihentikan sebelum program nuklir Teheran benar-benar dilumpuhkan. Netanyahu menyebut masih ada 'pekerjaan besar' yang harus diselesaikan terkait uranium yang diperkaya Iran.
Dalam wawancara dengan program 60 Minutes CBS, Netanyahu mengatakan material nuklir Iran masih berada di dalam negeri tersebut dan harus diambil.
“Anda masuk dan mengambilnya keluar. Semua itu masih ada di sana, dan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Netanyahu.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Selasa 12 Mei 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces
Pernyataan itu langsung memicu spekulasi bahwa Israel maupun Amerika Serikat masih membuka peluang operasi lanjutan terhadap fasilitas nuklir Iran, termasuk kemungkinan operasi militer khusus di wilayah Iran.
Selain itu, saat ditanya apakah pasukan khusus AS atau Israel akan diterjunkan untuk mengambil material nuklir Iran, Netanyahu tidak memberikan jawaban tegas. Namun ia mengisyaratkan langkah tersebut memungkinkan dilakukan.
Menurut Netanyahu, Presiden AS Donald Trump juga disebut memiliki keinginan untuk masuk ke Iran demi memastikan program nuklir negara itu benar-benar dihentikan.
“Saya pikir itu bisa dilakukan secara fisik. Itu bukan masalah. Itu adalah misi yang sangat penting,” lanjutnya.
Sikap Netanyahu menunjukkan Israel belum puas hanya dengan gencatan senjata. Pemerintah Israel ingin memastikan Iran kehilangan kemampuan untuk melanjutkan pengayaan uranium dalam bentuk apa pun.
Netanyahu kembali menegaskan solusi terbaik adalah adanya kesepakatan yang memaksa Iran menyerahkan seluruh material nuklirnya. Namun jika diplomasi gagal, Israel memberi sinyal opsi lain masih terbuka.
Pernyataan itu memperkuat posisi garis keras Israel terhadap program nuklir Iran selama bertahun-tahun. Tel Aviv menilai pengayaan uranium Iran berpotensi digunakan untuk membuat senjata nuklir, meski Teheran berkali-kali membantah tuduhan tersebut.
Bagi Israel, perang dianggap belum selesai selama Iran masih memiliki stok uranium dengan tingkat pengayaan tinggi.
Di sisi lain, Iran pada akhir pekan lalu mengumumkan telah mengirim respons terhadap proposal terbaru Amerika Serikat untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama 10 minggu.
Beberapa pejabat AS, termasuk Donald Trump, sebelumnya mengatakan Washington masih menunggu jawaban resmi Iran sebelum mengambil langkah besar berikutnya.
Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam ketidakpastian. Meski gencatan senjata masih berlaku, pernyataan Netanyahu menunjukkan ketegangan antara Israel dan Iran masih jauh dari selesai.
Netanyahu Sudah Beri Sinyal Sejak April
Pernyataan terbaru Netanyahu sebenarnya bukan hal baru. Setelah Israel dan AS mencapai gencatan senjata dengan Iran pada 8 April lalu, Netanyahu sudah lebih dulu mengatakan bahwa “kampanye belum berakhir.”
Kala itu, ia juga menuntut penghapusan material uranium yang diperkaya Iran, baik melalui kesepakatan diplomatik maupun langkah lain di luar negosiasi.
Pernyataan terbaru ini memperjelas bahwa Israel belum ingin perang benar-benar berhenti sebelum seluruh fasilitas nuklir Iran dibongkar total.