← Beranda
Isi Dokumen UFO Pentagon: Tidak Ada Bukti Alien, Tapi Banyak Fenomena Misterius Belum Terjawab
Rian AlfiantoSabtu, 9 Mei 2026 | 19.48 WIB
Ilustrasi sketsa komposit dalam dokumen terkait UFO yang dirilis Pentagon. (US Department of War).

JawaPos.com - Ratusan dokumen UFO yang baru dibuka Pentagon ternyata tidak membuktikan adanya alien ataupun kontak rahasia pemerintah Amerika Serikat dengan makhluk luar angkasa.

Meski demikian, arsip yang dirilis pemerintah AS tetap memunculkan banyak misteri karena memuat ratusan laporan fenomena udara aneh yang hingga kini belum memiliki penjelasan pasti.

Pentagon pada Jumat merilis lebih dari 160 dokumen terkait Unidentified Anomalous Phenomena (UAP) atau fenomena anomali tak dikenal. File-file tersebut memuat lebih dari 400 laporan sejak era 1940-an hingga beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataannya, pemerintah AS menegaskan tidak menemukan indikasi adanya penutupan besar-besaran terkait alien seperti yang selama ini diyakini sebagian teori konspirasi.

“Dokumen tidak menunjukkan pemerintah AS pernah berinteraksi dengan makhluk luar angkasa atau memiliki bukti bahwa mereka pernah datang ke Bumi,” demikian isi penjelasan resmi Pentagon.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Perintahkan Pembukaan Dokumen Rahasia Soal UFO dan Alien untuk Transparansi Publik

Meski begitu, sejumlah insiden dalam arsip tersebut masih belum dapat dijelaskan. Salah satu laporan paling mencolok berasal dari September 2023 ketika operator drone di lokasi pengujian militer melihat objek logam abu-abu dengan cahaya putih sangat terang.

Objek itu disebut tidak memiliki sayap maupun knalpot mesin, ukurannya lebih besar dari drone dan bergerak cepat dari timur ke barat sebelum hilang dalam 5 hingga 10 detik.

Kesaksian lain berasal dari misi Gemini 7 tahun 1965. Astronaut Frank Borman melaporkan adanya 'bogey' atau objek misterius di luar wahana antariksa.

Dalam percakapan dengan pusat kendali Houston, Borman menggambarkan objek tersebut sebagai ratusan partikel kecil yang melintas beberapa mil dari pesawat luar angkasanya.

Selain laporan astronaut, Pentagon juga merilis video militer dari kamera inframerah yang memperlihatkan objek bercahaya atau berbentuk aneh di langit. Namun sebagian besar rekaman berkualitas rendah sehingga sulit dianalisis.

Beberapa kasus dalam dokumen ternyata sudah berhasil dibantah. Contohnya insiden 1948 di Belanda yang sempat dianggap UFO, tetapi kemudian diidentifikasi sebagai jet eksperimental bertenaga roket.

Pentagon menyebut seluruh dokumen telah diperiksa demi alasan keamanan nasional, tetapi sebagian besar fenomena aneh di dalamnya belum dianalisis secara mendalam.

Transparansi ini muncul setelah Presiden Donald Trump mendorong pembukaan arsip terkait UFO dan kehidupan ekstraterestrial. Trump sebelumnya menyebut pemerintah akan segera mengungkap dokumen sangat menarik kepada publik.

NASA ikut mendukung langkah tersebut. Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan lembaganya akan terus menggunakan pendekatan ilmiah untuk memahami fenomena anomali di luar angkasa.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin