← Beranda
Iran Yakin Segera Menang Atas Perang dengan AS-Israel, Sudah Siapkan Perayaan Besar
Rian AlfiantoSabtu, 9 Mei 2026 | 03.32 WIB
Ilustrasi bendera Iran, di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran, di Teheran, Iran, 27 April 2026. (via Reuters).

 

 

JawaPos.com - Iran mengklaim kemenangan besar sudah di depan mata atas perang dengan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, Israel. Pernyataan itu muncul di tengah baku tembak terbaru di Selat Hormuz yang sempat memicu kekhawatiran dunia terhadap pecahnya konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menyatakan negaranya akan segera merayakan kemenangan besar atas tekanan yang selama ini datang dari Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Iran masih menghadapi sanksi ekonomi berat dan tekanan diplomatik internasional.

Menurut Aref, dikutip dari Rising Kashmir, rakyat Iran akan segera melihat berakhirnya masa sulit yang selama beberapa tahun terakhir membebani negara tersebut. Ia menegaskan bahwa sanksi dan tekanan terhadap Iran diyakini akan runtuh seiring apa yang disebutnya sebagai kemenangan besar bangsa Iran.

Pernyataan penuh percaya diri dari Teheran itu muncul bersamaan dengan meningkatnya ketegangan militer di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia.

Pada hari yang sama yakni pada Kamis (7/5), Iran dan Amerika Serikat dilaporkan kembali terlibat aksi saling serang di kawasan tersebut.

Pemerintah Iran menuduh Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya masih berlaku. Namun pihak Amerika membantah tuduhan itu dan menegaskan bahwa mereka tidak ingin memperluas konflik.

Donald Trump bahkan menegaskan bahwa gencatan senjata masih berjalan meski terjadi insiden militer terbaru. Dalam percakapannya dengan Rachel Scott dari ABC News, Trump mengatakan situasi belum mengarah pada runtuhnya perjanjian penghentian konflik.

"Tidak, tidak, gencatan senjata sedang berlangsung. Ini berlaku," kata Trump saat ditanya apakah eskalasi terbaru menandakan gencatan senjata telah gagal.

Meski demikian, Trump tetap mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Ia mengatakan Amerika Serikat siap memberikan serangan yang jauh lebih besar dan lebih brutal apabila kesepakatan resmi tidak segera tercapai.

Presiden AS itu juga mencoba mengecilkan dampak bentrokan terbaru dengan menyebut aksi balasan militer Amerika hanya sebagai “love tap” atau serangan ringan.

Sebelumnya, Trump melalui Truth Social mengungkapkan bahwa tiga kapal destroyer Amerika berhasil melewati Selat Hormuz meski sempat mendapat serangan dari pihak Iran. Ia mengklaim kapal-kapal Iran yang terlibat telah dihancurkan sepenuhnya, sementara rudal dan drone yang diarahkan ke armada AS berhasil dicegat.

Situasi di kawasan semakin panas setelah muncul laporan ledakan di sekitar Pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas di Iran selatan. Media AS, mengutip pejabat senior militer Amerika, melaporkan bahwa Washington melakukan serangan terbatas ke jalur maritim strategis Iran.

Koresponden Keamanan Nasional Fox News Jennifer Griffin mengatakan operasi militer tersebut bukan awal perang baru. Menurut pejabat yang dikutipnya, serangan dilakukan secara terbatas dan tidak dimaksudkan untuk mengakhiri upaya deeskalasi yang sedang berlangsung.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa kedua negara masih berusaha menjaga agar konflik tidak berkembang menjadi perang terbuka, meski aksi militer di lapangan terus terjadi.

Baca Juga: Redakan Ketegangan Regional, Irak Tawarkan Diri jadi Mediator Perdamaian Iran-AS

Ketegangan di Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian dunia karena kawasan tersebut merupakan jalur vital perdagangan minyak global. Gangguan keamanan di wilayah itu berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi internasional dan memicu gejolak harga minyak dunia

EDITOR: Kuswandi