JawaPos.com - Pemerintah Inggris meminta warga negaranya yang berada di kapal pesiar MV Hondius untuk menjalani isolasi mandiri selama 45 hari setelah muncul kekhawatiran paparan hantavirus dalam klaster wabah di kapal tersebut.
Kebijakan ini diambil setelah wabah dikaitkan dengan tiga kematian dan dugaan penularan virus Andes hantavirus yang dikenal berbahaya.
Melansir Independent, langkah isolasi direkomendasikan langsung oleh Kepala Ilmuwan UK Health Security Agency (UKHSA), Profesor Robin May. Masa isolasi selama 45 hari dipilih karena hantavirus memiliki masa inkubasi panjang yang bisa mencapai delapan minggu.
Meski begitu, hingga saat ini belum ada warga Inggris di atas kapal yang dilaporkan mengalami gejala.
Kantor Luar Negeri Inggris juga kini mengatur penerbangan charter untuk memulangkan 17 warga Inggris yang masih berada di kapal setelah MV Hondius dijadwalkan bersandar di Tenerife, Spanyol.
Sementara itu, dua warga Inggris yang sebelumnya turun dari kapal di St Helena dilaporkan sudah menjalani isolasi mandiri secara sukarela di rumah mereka masing-masing.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena wabah hantavirus di kapal pesiar tersebut terus berkembang dan melibatkan penumpang dari berbagai negara.
Salah satu kru asal Inggris, Martin Anstee, termasuk dalam tiga orang yang dievakuasi dari kapal dan diterbangkan ke Belanda untuk mendapatkan perawatan medis khusus setelah mengalami gejala penyakit.
Kondisinya dilaporkan stabil.
Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat infeksi hantavirus dapat berkembang cepat menjadi gangguan pernapasan berat dan berisiko fatal.
Wabah di MV Hondius sendiri diduga bermula dari kegiatan pengamatan burung di Argentina. Dua penumpang diyakini sempat terpapar hewan pengerat pembawa Andes hantavirus.
Jenis virus ini menjadi perhatian dunia kesehatan karena berbeda dari sebagian besar hantavirus lain. Andes hantavirus diketahui memiliki potensi penularan antarmanusia, meski kasusnya relatif jarang terjadi.
Hingga kini, klaster wabah di kapal pesiar tersebut telah dikaitkan dengan delapan kasus dan tiga kematian.
Sebelumnya, Singapura juga mengisolasi dua warganya yang berada di MV Hondius. Kedua pria berusia 65 dan 67 tahun itu kini dirawat di National Centre for Infectious Diseases (NCID) sambil menunggu hasil tes hantavirus.
Otoritas kesehatan Singapura menyebut satu orang mengalami pilek ringan, sementara satu lainnya tidak menunjukkan gejala. Pemerintah Singapura menilai risiko penularan ke publik masih rendah, namun tetap menerapkan karantina dan pemantauan ketat hingga 45 hari.