← Beranda
Swiss Konfirmasi Kasus Hantavirus, Dibawa Penumpang Kapal Pesiar Mewah MV Hondius
Rian AlfiantoKamis, 7 Mei 2026 | 23.09 WIB
Ilustrasi Hantavirus. (UK Health Security Agency)

JawaPos.com - Swiss mengkonfirmasi satu kasus hantavirus pada pria yang sebelumnya menjadi penumpang kapal pesiar mewah MV Hondius, kapal ekspedisi yang tengah menjadi sorotan dunia setelah wabah mematikan menewaskan tiga orang dan membuat puluhan penumpang lain dalam pengawasan medis.

Melansir Swissinfo, pemerintah Swiss memastikan pasien saat ini dirawat di Rumah Sakit Universitas Zurich dan langsung diisolasi setelah menunjukkan gejala penyakit. Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan risiko penyebaran ke masyarakat Swiss masih rendah.

Kasus ini kembali memicu perhatian global terhadap hantavirus, penyakit langka yang umumnya ditularkan melalui tikus, tetapi pada jenis tertentu dapat menyebar antarmanusia dalam kontak dekat.

Baca Juga: IDF Akan Sanksi Tentara yang Masukkan Rokok ke Patung Bunda Maria di Lebanon

Kantor Kesehatan Masyarakat Federal Swiss (FOPH) menyebut pria tersebut baru kembali dari perjalanan ke Amerika Selatan bersama istrinya pada akhir April 2026.
Setelah mengalami gejala, ia menjalani pemeriksaan di Zurich dan hasil laboratorium rujukan di Rumah Sakit Universitas Jenewa memastikan infeksi hantavirus.

Istrinya tidak menunjukkan gejala, tetapi tetap menjalani isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan. Otoritas setempat kini menelusuri kemungkinan kontak pasien dengan orang lain setelah kembali ke Swiss.

Kasus di Swiss berkaitan dengan wabah hantavirus di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Antartika dan melintasi Samudra Atlantik.

Kapal tersebut membawa hampir 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Dalam perjalanan, sejumlah orang mulai jatuh sakit.

Baca Juga: Lepas Resmikan Showroom Baru di Pluit, Hadirkan Pengalaman Mobilitas Premium untuk Konsumen Urban

Dua warga Belanda dan satu warga Jerman dilaporkan meninggal dunia setelah berada di kapal. Sementara itu, seorang warga Inggris dirawat intensif di Afrika Selatan.
Pemerintah Belanda juga disebut tengah menyiapkan evakuasi medis terhadap beberapa pasien yang masih berada di kapal.

MV Hondius sempat terdampar selama beberapa hari di dekat Cape Verde sebelum dijadwalkan berlayar menuju Spanyol.

 

Bagaimana Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Terjadi?

Wabah berkembang secara perlahan selama pelayaran panjang yang dimulai dari Argentina pada 1 April 2026.

Menurut data operator kapal dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir satu bulan berlalu sejak seorang pria lanjut usia asal Belanda pertama kali sakit dan meninggal di Atlantik Selatan hingga hasil laboratorium di Afrika Selatan mengonfirmasi infeksi hantavirus.

Kapal pesiar tersebut dikenal menawarkan 'expedition cruise' ke wilayah terpencil di Antartika dan pulau-pulau Atlantik Selatan. Perjalanan bisa berlangsung lebih dari satu bulan dengan harga tiket mencapai USD 25.000 tergantung jenis kabin.

Baca Juga: 12 Wisata Alam di Purwokerto yang Wajib Dikunjungi, dari Curug hingga Telaga Eksotis Cocok untuk Healing dan Liburan

Perlu diketahui juga, Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya menyebar melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Di Eropa, penularan biasanya terjadi dari hewan ke manusia. Namun pada varian Andes virus yang ditemukan dalam kasus ini, penularan antarmanusia pernah tercatat meski tergolong sangat jarang.

EDITOR: Bintang Pradewo