JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) menawarkan imbalan hingga 10 juta dolar AS (sekitar Rp172 miliar) untuk informasi tentang pemimpin kelompok Kata'ib Sayyid ul-Shuhada (KSS) Irak yang diduga didukung Iran, Hashim Finyan Rahim al-Saraji. Ihwal adanya hal ini dikatakan Rewards for Justice (RFJ) Departemen Luar Negeri, Jumat (24/4).
"Imbalan hingga Rp172 miliar untuk informasi tentang Pemimpin KSS Hashim Finyan Rahim al-Saraji," kata RFJ di platform X. Kelompok tersebut bersekutu dengan Iran, tulisnya dilansir dari Antara, Sabtu (25/4).
Menurut RFJ, KKS diduga bertanggung jawab atas kematian warga sipil Irak. Kelompok itu juga menyerang fasilitas diplomatik serta personel dan pangkalan militer AS yang berada di Irak dan Suriah.
RFJ meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan al-Saraji untuk memberi tahu mereka melalui saluran informasi Tor atau aplikasi pesan Signal. Bagi informan yang memenuhi syarat akan diberikan perlindungan (relokasi) dan imbalan, tambahnya.
Baca Juga: AS Buka Opsi Serang Kembali Iran Jika Kesepakatan Gagal
Pada 1 April, Departemen Luar Negeri menawarkan imbalan hingga 3 juta dolar AS (sekitar Rp51 miliar) untuk informasi tentang serangan terhadap fasilitas diplomatik AS di Irak.
Pada 9 April, departemen tersebut kemudian memanggil Duta Besar Irak untuk Washington terkait serangan terhadap fasilitas diplomatik Amerika di Baghdad, yang diduga dilakukan oleh kelompok yang "bersekutu dengan Iran".