JawaPos.com-Pernyataan keras kembali dilontarkan pejabat tinggi Israel terkait eskalasi konflik dengan Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa negaranya siap melanjutkan operasi militer dan kini hanya menunggu persetujuan dari Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan serangan lanjutan.
Dalam sebuah penilaian keamanan terbaru, Katz menyebut militer Israel telah berada dalam kondisi siaga penuh, baik untuk pertahanan maupun serangan. Target-target strategis pun diklaim sudah ditentukan.
"Israel siap untuk memperbarui perang melawan Iran. IDF siap dalam pertahanan dan serangan, dan targetnya ditandai," kata Katz.
Menunggu Restu Washington
Menurut Katz, langkah berikutnya sangat bergantung pada 'lampu hijau' dari Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa persetujuan tersebut penting, terutama untuk memperluas target serangan yang tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga kepemimpinan dan infrastruktur vital Iran.
Katz bahkan secara terbuka menyebut ambisi Israel untuk mengakhiri kepemimpinan tertinggi Iran, termasuk menargetkan lingkar kekuasaan Ali Khamenei.
"Israel sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat, pertama dan terutama untuk menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei... dan selain mengembalikan Iran ke zaman kegelapan dan batu dengan meledakkan fasilitas energi dan listrik pusat serta menghancurkan infrastruktur ekonomi nasional," lanjutnya.
Lebih lanjut, Katz mengisyaratkan bahwa serangan berikutnya akan memiliki skala dan dampak yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Ia menyebut strategi militer Israel kali ini dirancang untuk memberikan pukulan yang 'paling menyakitkan' bagi Iran.
"Kali ini serangan akan berbeda dan mematikan dan akan menambah pukulan dahsyat di tempat-tempat paling menyakitkan," katanya sesumbar.
Ia juga mengklaim bahwa Iran telah mengalami kerugian signifikan dalam serangan sebelumnya, dan serangan lanjutan diyakini dapat mengguncang hingga meruntuhkan fondasi rezim tersebut.
Pernyataan ini menambah kekhawatiran akan meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah. Jika Amerika Serikat benar-benar memberikan restu, konflik antara Israel dan Iran berpotensi memasuki fase yang lebih luas dan destruktif, dengan dampak global, terutama pada sektor energi dan stabilitas geopolitik.
Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan tersebut. Namun, sinyal koordinasi militer antara kedua negara terus menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan regional. (*)