← Beranda
Krisis Minyak Iran Picu Kekhawatiran, UE Siapkan Impor Bahan Bakar Jet dari AS untuk Cegah Kekacauan Penerbangan
Rian AlfiantoRabu, 22 April 2026 | 17.58 WIB
Trump ancam akan kembali menjatuhkan bom ke Iran jika kesepakatan nuklir tidak tercapai (Al Jazeera)

 

JawaPos.com - Uni Eropa (UE) mulai menyiapkan sejumlah langkah darurat untuk mengantisipasi potensi krisis bahan bakar jet akibat konflik Iran yang berdampak pada pasokan energi global.

Salah satu opsi yang kini dipertimbangkan adalah meningkatkan impor bahan bakar jet dari Amerika Serikat (AS) serta menetapkan kewajiban cadangan minimum bagi negara anggota.

Langkah ini muncul di tengah tekanan terhadap pasokan bahan bakar penerbangan di kawasan Eropa, meski otoritas setempat menegaskan belum ada kekurangan nyata yang mengganggu operasional penerbangan.

Komisaris Transportasi UE, Apostolos Tzitzikostas, menegaskan bahwa situasi masih terkendali. Ia menyebut tidak ada bukti terjadinya kelangkaan bahan bakar jet saat ini, dan gelombang pembatalan penerbangan besar-besaran selama musim panas belum diperkirakan terjadi.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk meredam kekhawatiran yang meningkat akibat blokade di Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Mengutip Al-Jazeera, gangguan di wilayah ini memicu kekhawatiran akan terganggunya rantai pasok energi global, termasuk ke Eropa.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, memperingatkan bahwa Eropa mungkin hanya memiliki cadangan bahan bakar jet untuk sekitar enam minggu. Ia bahkan mengingatkan potensi pembatalan penerbangan dalam waktu dekat jika pasokan minyak terus terganggu akibat konflik.

Namun, Tzitzikostas mengakui bahwa meski stok di beberapa wilayah Eropa berada dalam tekanan, pasar masih mampu merespons situasi tersebut dan belum ditemukan hambatan distribusi yang signifikan.

Ia juga menegaskan bahwa sejumlah maskapai yang membatalkan penerbangan melakukannya karena tingginya biaya bahan bakar, bukan karena kekurangan pasokan.

“Eropa memiliki cadangan darurat. Cadangan ini bisa dan akan digunakan jika diperlukan. Namun saat ini, pasar masih mampu mengelola tekanan, dan tidak ada bukti kekurangan nyata,” ujarnya.

Selain itu, sebagai langkah pencegahan, Komisi Eropa dijadwalkan merilis paket kebijakan energi dan transportasi dalam waktu dekat. Salah satu inisiatifnya adalah pembentukan 'fuel observatory' atau sistem pemantauan bahan bakar, yang akan dimulai dengan fokus pada bahan bakar jet.

UE juga dilaporkan tengah menjajaki sumber pasokan alternatif, termasuk dari Amerika Serikat, guna mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah yang saat ini terdampak konflik.

UE diketahui mengimpor sekitar 30 hingga 40 persen kebutuhan bahan bakar jetnya, dengan sekitar setengahnya berasal dari Timur Tengah.

Tak hanya itu, blok tersebut juga mempertimbangkan kebijakan baru berupa kewajiban cadangan minimum bahan bakar jet bagi negara anggota. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan energi menghadapi potensi krisis di masa depan.

Sebagaimana diketahui, ancaman kekurangan bahan bakar jet mulai mengguncang industri penerbangan, terutama menjelang musim liburan musim panas di Belahan Bumi Utara.

Sejumlah maskapai telah mengambil langkah antisipatif seperti menangguhkan rute tertentu atau membebankan biaya tambahan bahan bakar kepada penumpang.

Baca Juga: Donald Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran di Detik Terakhir, Tapi Ancaman Perang Masih Membayangi


Meski demikian, otoritas UE memastikan bahwa hak penumpang tetap akan dilindungi.

Panduan terkait hak penumpang dan kewajiban layanan publik akan disiapkan jika situasi memburuk.

 

EDITOR: Kuswandi