← Beranda
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Donald Trump Marah-marah Lagi: Iran Tak Bisa Memeras Kami
Rian AlfiantoSenin, 20 April 2026 | 01.45 WIB
Ilustrasi mimik wajah marah Donald Trump. (CNN)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih menunjukkan perkembangan positif, meskipun ketegangan kembali meningkat akibat penutupan kembali Selat Hormuz oleh Teheran.

Berbicara di Gedung Putih dalam acara penandatanganan perintah eksekutif terkait pelonggaran pembatasan federal untuk terapi berbasis psikedelik, Trump menegaskan bahwa komunikasi antara Washington dan Teheran tetap berlangsung.

“Kami sedang berbicara dengan mereka. Mereka ingin menutup kembali Selat itu... dan mereka tidak bisa memeras kami,” ujar Trump.

Baca Juga: PKB Jakarta Minta Kadernya Bantu Selesaikan Masalah Banjir hingga Kemacetan Ibu Kota

Ia juga menuding Iran mencoba menekan Amerika Serikat melalui langkah tersebut.

“Mereka sedikit ‘bermain-main’ seperti yang sudah mereka lakukan selama 47 tahun, tidak ada yang pernah menghadapi mereka; kami yang melakukannya,” lanjutnya sebagaimana dikutip via Sky News Australia.

Pernyataan Trump muncul setelah Iran mengisyaratkan akan tetap mempertahankan kontrol ketat atas Selat Hormuz, membatalkan pembukaan sementara jalur pelayaran strategis itu sehari sebelumnya.

Sementara mengutip YnetNews, melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Iran menegaskan bahwa pengawasan terhadap lalu lintas di selat tersebut akan terus dilakukan hingga perang benar-benar berakhir dan perdamaian jangka panjang tercapai.

Iran juga menyebut blokade angkatan laut Amerika Serikat sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung. Dalam kondisi tersebut, Teheran menyatakan akan mencegah pembukaan terbatas jalur tersebut.

Selain itu, Iran menegaskan bahwa pihaknya tetap meninjau proposal baru dari Amerika Serikat yang diajukan melalui mediasi kunjungan pejabat militer Pakistan ke Teheran. Namun, Iran menegaskan tidak akan memberikan konsesi dalam negosiasi.

Media pemerintah Iran, mengutip Wakil Presiden Pertama Mohammad Reza Aref, menyatakan bahwa pengelolaan Selat Hormuz merupakan tanggung jawab Iran, termasuk penerapan biaya layanan untuk keamanan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan.

Situasi ini terjadi di tengah konflik yang melibatkan Israel Defense Forces dan Hezbollah di Lebanon, kelompok yang didukung Iran.

Sementara itu, gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berakhir pada Rabu mendatang. Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut bisa saja tidak diperpanjang jika tidak ada hasil konkret dari perundingan.

Peringatan itu membuka kemungkinan kembalinya aksi militer, meskipun jalur diplomasi masih terus diupayakan oleh kedua pihak.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah