JawaPos.com - Kelompok Hizbullah angkat bicara terkait tuduhan atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan yang menewaskan seorang tentara Prancis.
Hizbullah dengan tegas membantah keterlibatan dan meminta semua pihak tidak gegabah dalam menyimpulkan pelaku sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (18/4) ketika patroli United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) diserang di wilayah Ghandouriyeh–Bint Jbeil. Serangan yang disebut dilakukan oleh 'aktor non-negara' itu menewaskan satu prajurit Prancis dan melukai tiga lainnya.
Baca Juga: Diterpa Isu Punya 750 Dapur MBG, Uya Kuya Buat Laporan ke Polda Metro Jaya
Korban tewas diidentifikasi sebagai Florian Montorio, yang menjadi sasaran dalam penyergapan jarak dekat menggunakan tembakan langsung, menurut Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Catherine Vautrin.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sebelumnya menyatakan bahwa 'semua indikasi mengarah pada Hizbullah' sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ia mendesak otoritas Lebanon untuk segera menangkap pelaku dan memastikan akuntabilitas.
Macron juga meminta pemerintah Lebanon untuk memikul tanggung jawab bersama UNIFIL serta menjamin keamanan pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik tersebut.
Hizbullah: Tunggu Hasil Investigasi
Baca Juga: Cak Imin Ingatkan Bahaya Vape: Tidak Boleh Lengah dan Kecolongan!
Menanggapi tudingan itu, Hizbullah dalam pernyataan resminya menyerukan kehati-hatian dan menolak kesimpulan prematur. Kelompok tersebut meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan militer Lebanon guna mengetahui fakta sebenarnya di balik serangan.
Melansir Palestine Chronicle, Hizbullah juga menyoroti apa yang mereka anggap sebagai standar ganda, dengan menyebut bahwa tuduhan cepat seperti ini jarang muncul ketika pasukan Israel menyerang personel UNIFIL.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, turut mengecam serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada Prancis. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas insiden ini dan membawa pelaku ke pengadilan.
Militer Lebanon telah membuka investigasi resmi untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab serta memastikan penegakan hukum berjalan.
Serangan terhadap pasukan UNIFIL ini kembali menyoroti rapuhnya situasi keamanan di Lebanon selatan, terutama di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Hizbullah dan Israel.