JawaPos.com - Upaya mengevakuasi para warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran terus dilakukan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah mengungkapkan, pihaknya bersama KBRI Tehran dan KBRI Baku telah kembali memfasilitasi evakuasi tahap ketiga WNI dari Iran.
Evakuasi dilakukan dalam upaya merespons eskalasi yang masih terjadi di Iran, imbas perang melawan Amerika Serikat (AS)-Israel.
“Para evakuasi WNI ini diberangkatkan dari Tehran pada tanggal 12 April lalu menuju Baku, Azerbaijan melalui jalur darat dan dilanjutkan dengan penerbangan komersial rute Baku-Jakarta,” ujarnya dalam press briefing Kemlu, di Jakarta, Kamis (16/4).
Baca Juga: Trump: Kesepakatan dengan Iran Belum Pasti Tercapai
Pemulangan dibagi menjadi tiga kloter ketibaan di Jakarta. Kloter pertama telah tiba pada Selasa (14/4) sebanyak 14 orang. Kemudian, kloter kedua tiba Rabu (15/4) sebanyak 9 orang. Kloter terakhir tiba Kamis petang (16/4) sebanyak 9 orang.
“Masih ada 13 orang ABK yang masih kita tampung di Baku untuk menunggu penerbangan selanjutnya,” katanya.
Setibanya di Tanah air, para WNI tersebut akan diserahterimakan ke Dinas Sosial dan Badan Penghubung Provinsi untuk proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.
Berdasarkan data KBRI Tehran, jumlah WNI yang tercatat masih berada di Iran setelah evakuasi tahap ketiga ini sebayak 236 orang.
Mayoritas dari mereka berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa dengan konsentrasi utama di Kota Qom. Sisanya berstatus sebagai PMI dan ekspatriat yang menikah dengan warga negara setempat.
Baca Juga: IMF Sebut Uni Eropa Berpotensi Alami Resesi Akibat Perang Iran dan AS-Israel
Dalam kesempatan tersebut, Heni turut menyinggung soal kondisi WNI di Lebanon yang kini masih terus digempur Israel.
Heni mengatakan, KBRI Beirut telah menjalin komunikasi dengan para WNI yang ada di negara itu. Saat ini, dipastikan seluruh WNI di Lebanon dikonfirmasi dalam keadaan aman.
Kendati demikian, pihaknya bersama KBRI telah menyiapkan skenario evakuasi apabila situasi terus memburuk. “Contingency plan tetap disiapkan jika situasi memburuk,” jelasnya.
Saat ini tercatat sebanyak 934 orang WNI di Lebanon. 756 di antaranya merupakan prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL.
Sedangkan sisanya, 178 orang merupakan WNI sipil yang berstatus sebagai pelajar, PMI, dan yang menikah dengan warga setempat.
Baca Juga: Trump Klaim Iran akan Serahkan Uranium Diperkaya ke AS