← Beranda
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata 10 Hari di Lebanon, Buka Jalan Diplomasi Besar AS–Iran
Rian AlfiantoJumat, 17 April 2026 | 17.53 WIB
Donald Trump.

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari di Lebanon yang mulai berlaku sejak tengah malam Kamis (16/4). 

Langkah ini disebut sebagai pintu masuk menuju pertemuan penting antara pemimpin Israel dan Lebanon pekan depan, sekaligus membuka peluang kesepakatan damai yang lebih luas antara AS dan Iran.

Dalam pernyataannya di media sosial, Donald Trump menyebut kesepakatan tersebut tercapai setelah melakukan 'pembicaraan luar biasa' secara terpisah dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Gencatan senjata ini terjadi di tengah eskalasi konflik di Lebanon, di mana Israel sebelumnya melancarkan serangan udara besar-besaran untuk menargetkan kelompok milisi Hizbullah yang didukung Iran.

Netanyahu menyambut kesepakatan ini sebagai peluang menuju 'perdamaian bersejarah'. Namun, ia menegaskan bahwa pelucutan senjata Hizbullah tetap menjadi syarat utama.

“Kami memiliki kesempatan untuk mencapai kesepakatan damai bersejarah dengan Lebanon,” ujar Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi sebagaimana dikutip via Guardian.

Ia juga menambahkan bahwa Israel akan tetap mempertahankan zona keamanan sejauh 10 kilometer di sepanjang perbatasan selatan Lebanon.

Sementara itu, Donald Trump tidak mengungkap banyak detail tambahan terkait kesepakatan tersebut, selain durasi dan waktu mulai gencatan senjata. Ia juga menyatakan kemungkinan akan mengunjungi Lebanon pada waktu yang tepat.

Di sisi lain, militer Lebanon memperingatkan warga yang mengungsi dari wilayah selatan agar tidak terburu-buru kembali. Peringatan ini muncul setelah masih adanya laporan penembakan sporadis meski gencatan senjata telah diberlakukan.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, kesepakatan tersebut melarang Israel melakukan operasi militer ofensif di Lebanon. Namun, masih memberikan ruang untuk tindakan 'membela diri', termasuk terhadap serangan yang direncanakan atau sedang berlangsung.

Donald Trump juga mengungkap bahwa pertemuan antara Aoun dan Netanyahu dijadwalkan berlangsung di Washington pada Selasa mendatang. Jika terlaksana, ini akan menjadi pertemuan tingkat tinggi pertama antara Israel dan Lebanon dalam beberapa dekade terakhir.

Konflik ini sendiri merupakan dampak meluas dari perang Iran, setelah Hizbullah meluncurkan serangan rudal ke Israel pada 2 Maret sebagai bentuk solidaritas terhadap Teheran. Serangan tersebut memicu respons keras Israel, termasuk invasi darat ke Lebanon selatan.

Israel sebelumnya menyatakan niatnya untuk menguasai wilayah hingga Sungai Litani, sekitar 29 kilometer dari perbatasannya. Namun, Lebanon kemungkinan akan menuntut penarikan penuh pasukan Israel, sesuatu yang selama ini ditolak oleh Tel Aviv.

Kesepakatan gencatan senjata di Lebanon ini juga berkaitan langsung dengan negosiasi paralel antara AS dan Iran. Konflik yang dimulai sejak serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari kini berada dalam masa gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan dan akan berakhir pada 22 April.

Upaya perundingan sebelumnya di Islamabad gagal mencapai kesepakatan setelah 21 jam negosiasi. Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, kini tengah berada di Teheran untuk menjembatani perbedaan antara kedua pihak.

Pihak Pakistan menyatakan optimisme bahwa putaran kedua perundingan AS-Iran dapat segera digelar dalam beberapa hari ke depan.

Trump bahkan mengklaim Iran telah sepakat menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya, yang ia sebut sebagai nuclear dust dan menyebut kedua pihak 'sangat dekat' dengan kesepakatan damai. 

Baca Juga: Buntut Insiden Lebanon, Pemerintah Italia Resmi Bekukan Kerja Sama Pertahanan dengan Israel

Namun, klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh Iran maupun mediator internasional.

EDITOR: Kuswandi