← Beranda
Donald Trump Nyinyirin Paus Leo XIV Lagi: Isu Nuklir Iran hingga Migrasi Picu Ketegangan Baru
Rian AlfiantoJumat, 17 April 2026 | 02.07 WIB
Trump kembali kritik Paus Leo XIV soal Iran, nuklir, dan migrasi, memperpanjang konflik tajam antara Gedung Putih dan Vatikan.

 

JawaPos.com - Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pope Leo XIV rupanya belum mereda. Dalam pernyataan terbaru yang dikutip dari laporan Reuters, Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap pemimpin Gereja Katolik tersebut, memperpanjang polemik yang sebelumnya sudah memanas.

Lewat unggahan di media sosialnya, Trump secara terbuka meminta agar Paus Leo 'diberi tahu' mengenai kekerasan terhadap demonstran di Iran. Ia juga menegaskan kembali sikap kerasnya terkait isu nuklir.

“Untuk Iran memiliki senjata nuklir adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima,” tulis Trump, menegaskan posisinya.

Pernyataan terbaru Trump muncul hanya beberapa jam setelah Paus Leo memperingatkan risiko demokrasi yang bisa tergelincir menjadi 'tirani mayoritas',

Dalam surat resmi Vatikan, Paus Leo menekankan bahwa demokrasi hanya akan sehat jika berakar pada nilai moral.
Namun, perbedaan pandangan antara keduanya semakin tajam, terutama terkait konflik Iran.

Sebelumnya, Paus Leo secara terbuka mengkritik keputusan Trump meluncurkan serangan militer, bahkan menyatakan bahwa Tuhan menolak doa dari pihak yang memicu perang.

Ia juga mengecam ancaman penghancuran total terhadap Iran sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.

Konflik Iran sendiri menjadi titik utama perbedaan sikap. Serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari memicu balasan dari Iran, memperluas eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Meski Trump bersikeras Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Iran nyatanya belum memiliki senjata tersebut dan tetap menjadi anggota perjanjian non-proliferasi nuklir global.

Di sisi lain, perbedaan pendekatan ini mencerminkan kontras antara pendekatan keamanan berbasis kekuatan militer dengan pendekatan moral yang diusung Vatikan.

Tak hanya soal perang, Paus Leo juga menyoroti kebijakan imigrasi Trump yang dinilai terlalu keras. Ia menyerukan refleksi mendalam terhadap perlakuan terhadap para migran di Amerika Serikat.

Selain itu, Paus juga sebelumnya menolak bergabung dalam inisiatif Board of Peace atau BoP untuk Gaza yang digagas Trump, menunjukkan jarak yang semakin lebar antara kedua tokoh ini dalam isu kemanusiaan global.

Dengan demikian, komentar terbaru ini menambah daftar panjang kritik Trump terhadap Paus Leo. Sebelumnya, ia menyebut Paus sebagai sosok yang lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri, bahkan menudingnya terlalu politis.

Rangkaian pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana Trump terus meningkatkan intensitas serangannya, tidak hanya kepada media tetapi juga kepada tokoh agama dunia.

EDITOR: Estu Suryowati