← Beranda
Donald Trump Incar 'Kesepakatan Besar' dengan Iran, Bukan Sekadar Deal Parsial
Rian AlfiantoKamis, 16 April 2026 | 03.56 WIB
Presiden AS Donald Trump. (NewsWeek)

JawaPos.com - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) J.D. Vance, mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump tengah mengejar kesepakatan komprehensif dengan Iran, bukan sekadar perjanjian terbatas.

Pernyataan itu disampaikan Vance saat menghadiri sebuah acara di Georgia, Selasa (14/4), di tengah dinamika negosiasi antara Washington dan Teheran yang masih berlangsung.

Menurut Vance, proses diplomasi saat ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas, terutama setelah diberlakukannya gencatan senjata yang telah berjalan hampir sepekan.

Baca Juga: Gandeng Karimun Power Plant, PLN EPI Kembangkan Syngas Berbasis Biomassa

"Yang menarik tentang ini adalah kita memiliki gencatan senjata yang sudah berjalan, saya pikir enam atau tujuh hari sekarang. Gencatan senjata itu masih bertahan," kata Vance mengutip ANTARA.

Vance menegaskan bahwa Trump memiliki visi besar dalam perundingan tersebut. Ia menolak opsi kesepakatan parsial dan lebih memilih pendekatan menyeluruh terhadap hubungan AS-Iran.

"Dia (Trump) ingin membuat kesepakatan besar dan pada dasarnya apa yang dia tawarkan kepada Iran sangat sederhana. Dia mengatakan bahwa 'jika Iran bersedia bertindak seperti negara normal, maka kami bersedia memperlakukan Iran secara ekonomi seperti negara normal'. Trump tidak menginginkan kesepakatan kecil," jelasnya.

Sebelumnya, pembicaraan antara AS dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu belum menghasilkan kesepakatan final.

Baca Juga: 5 Shio Ini Akan Merasakan Ketenangan dan Kemajuan Setelah Pertengahan Bulan April 2026

Dialog tersebut merupakan bagian dari upaya menghentikan konflik yang melibatkan serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 3.300 orang. Gencatan senjata selama dua pekan baru disepakati pekan lalu.

Meski begitu, Vance mengakui bahwa jalan menuju kesepakatan masih panjang, terutama karena tuntutan utama Washington agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.

"Presiden (Trump) benar-benar menginginkan kesepakatan di mana Iran tidak memiliki senjata nuklir," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, selama ini Amerika Serikat bersama Israel menuduh Iran mengembangkan program nuklir dan rudal yang berpotensi mengancam stabilitas kawasan.

Namun, pemerintah Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai.

Meski diwarnai ketegangan dan ketidakpercayaan, Vance memastikan bahwa negosiasi akan terus berlanjut. Ia bahkan optimistis hasilnya bisa membawa dampak positif secara global.

Baca Juga: Tanpa Banyak Tanda, 6 Zodiak Ini Didekati Rezeki Besar pada 16 April 2026

"Kami akan terus bernegosiasi. Ini akan sangat baik bagi dunia, negara kami, dan semua pihak," katanya.

Senada dengan itu, Trump juga menyatakan optimisme bahwa pembicaraan langsung dengan Iran dapat segera dilanjutkan, bahkan dalam waktu dekat di Pakistan.

Namun, Vance mengingatkan bahwa membangun kepercayaan antara kedua negara bukan hal mudah.

"Anda tidak bisa menyelesaikan masalah itu dalam semalam, tetapi kami bernegosiasi dengan itikad baik dan akan terus melakukannya," ujar Vance.

EDITOR: Bintang Pradewo