← Beranda
PM Lebanon Telepon PM Pakistan, Minta Bantuan Stop Serangan Israel ke Beirut
AntaraJumat, 10 April 2026 | 14.16 WIB
Petugas mengecek dampak kebakaran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). (ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich/aa)

JawaPos.com – Lebanon meminta bantuan Pakistan agar mengupayakan penghentian serangan Israel ke wilayah Beirut yang menyasar warga sipil.

Permintaan bantuan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam melalui pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

"Sambil mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Shehbaz Sharif atas upaya perdamaiannya, Perdana Menteri Lebanon meminta dukungan Pakistan untuk mengakhiri segera serangan yang menargetkan Lebanon dan rakyatnya," demikian bunyi pernyataan resmi kantor Perdana Menteri Lebanon, sebagaimana dilansir dari Antara.

Permintaan bantuan itu tidak lepas dari keberhasilan Pakistan saat menjadi actor kunci proses gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: Spanyol Bersikap Keras Atas Israel yang Gempur Lebanon, Sekutu Barat Makin Terpecah

Berkat mediasi Pakistan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Rabu (8/4) bahwa Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global, akan dibuka Kembali.

Pembukaan jalur perdagangan penting itu menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata tersebut.

Namun, baru beberapa jam gencatan senjata disepakati, pesawat tempur dan artileri Israel menyerang belasan permukiman di Lebanon selatan, termasuk di kota besar Tyre.

Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, karena keterlibatan gerakan Hizbullah.

Baca Juga: Rusia Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Desak Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku Regional

Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai bersama Washington.

EDITOR: Bayu Putra