← Beranda
Spanyol Bersikap Keras Atas Israel yang Gempur Lebanon, Sekutu Barat Makin Terpecah
Rian AlfiantoJumat, 10 April 2026 | 12.49 WIB
Tim penyelamat bekerja di lokasi serangan Israel di Beirut, Lebanon, 8 April 2026. (Reuters)

JawaPos.com - Kritik internasional terhadap Israel dan konflik di Timur Tengah kian meluas. 

Kali ini, Spanyol tampil sebagai salah satu negara paling vokal yang mengecam serangan Israel ke Lebanon, bahkan menyebut konflik yang melibatkan Iran sebagai ancaman terhadap peradaban global.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyampaikan kecaman keras di parlemen pada Kamis (9/4).

“Kita sedang menghadapi serangan terbesar terhadap peradaban yang dibangun atas nilai-nilai kemanusiaan, akal, perdamaian, dan hukum universal,” ujarnya mengutip Strait Times.

Baca Juga: Gencatan Senjata Baru Hitungan Jam, Israel sudah Bombardir Lebanon: Ratusan Tewas, Perdamaian Terancam

Ia juga menuding Israel melanggar hukum internasional serta kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang baru saja diumumkan.

Pemerintah Spanyol menilai gelombang serangan udara Israel di Lebanon, yang menewaskan lebih dari 250 orang, sebagai pelanggaran serius terhadap upaya deeskalasi.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, bahkan menyebut tindakan Israel sebagai bentuk 'penghinaan terhadap kehidupan dan hukum internasional'.

Ia sebelumnya juga mengkritik keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang melancarkan serangan terhadap Iran, dan menyebut konflik tersebut sebagai tindakan 'ceroboh dan ilegal'.

Hubungan Madrid–Washington Memanas

Sikap keras Spanyol terhadap konflik ini memperburuk hubungan dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Gara-gara Serangan Israel ke Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Sejumlah tokoh dalam lingkaran politik Trump bahkan mendesak agar Washington mengambil langkah tegas terhadap Madrid.

Ketegangan ini melanjutkan friksi sebelumnya, termasuk penolakan Spanyol terhadap tuntutan AS agar negara anggota NATO meningkatkan belanja pertahanan hingga 5 persen dari PDB.

Bahkan, Senator AS Lindsey Graham sempat mengusulkan pemindahan pangkalan militer AS dari Spanyol ke negara lain yang lebih kooperatif.

Selain itu, di tengah kritiknya, Spanyol juga mengambil langkah diplomatik dengan membuka kembali kedutaan besarnya di Teheran, sebagai upaya mendorong penyelesaian damai.

Namun, langkah ini menuai kecaman dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, yang menyebutnya sebagai 'aib abadi' dan menuding Spanyol berpihak pada Iran.

Baca Juga: Rusia Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Desak Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku Regional

Pedro Sanchez juga mendesak Uni Eropa untuk meninjau ulang perjanjian kerja sama dengan Israel, serta mengakhiri 'impunitas atas tindakan kriminal' yang dituduhkan kepada pemerintah Israel.

Spanyol bahkan menutup wilayah udaranya bagi pesawat yang terlibat dalam konflik tersebut sebagai bentuk protes.

Kecaman Spanyol muncul di tengah berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon, meski ada gencatan senjata antara AS dan Iran.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.

Akibatnya, konflik di Lebanon terus berlanjut dan memperparah krisis kemanusiaan.

Baca Juga: Sekjen PBB Antonio Guterres Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Ancam Gencatan Senjata

Di dalam negeri, sikap pemerintah Spanyol mendapat dukungan luas. Survei menunjukkan mayoritas publik menolak perang, sementara dukungan terhadap Partai Sosialis pimpinan Sanchez meningkat.

EDITOR: Bayu Putra