JawaPos.com - Harapan meredanya konflik di Timur Tengah kembali diuji. Meski Amerika Serikat (AS) mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran selama dua pekan, Israel justru dilaporkan tetap melancarkan serangan udara ke wilayah Iran.
Seorang pejabat keamanan Israel mengungkapkan kepada media bahwa Angkatan Udara Israel masih melakukan operasi militer di Iran, bahkan setelah pengumuman gencatan senjata disampaikan.
Langkah ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai konsistensi dan efektivitas kesepakatan deeskalasi yang tengah diupayakan.
Baca Juga: GIICOMVEC 2026: Suzuki Bawa New Carry hingga APV untuk Sektor Bisnis dan Layanan Publik
AS Tahan Serangan, Israel Jalan Terus
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, menyatakan akan menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu sebagai bagian dari upaya membuka ruang negosiasi damai.
Keputusan itu diambil setelah adanya proposal 10 poin dari Iran yang dinilai sebagai dasar yang 'bisa dikerjakan' untuk pembicaraan lebih lanjut.
Namun, Israel, sekutu utama AS di kawasan, tidak menunjukkan tanda-tanda mengikuti langkah tersebut.
Baca Juga: Israel Dukung Gencatan Senjata AS-Iran, tapi Tetap Gempur Lebanon
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya juga telah menegaskan bahwa gencatan senjata tidak berlaku untuk operasi militernya, terutama di Lebanon.
Di sisi lain, Iran merespons dengan meluncurkan beberapa gelombang rudal balistik ke wilayah Israel, bahkan saat gencatan senjata seharusnya mulai berlaku.
Aksi saling serang ini menunjukkan bahwa situasi di lapangan masih jauh dari kata stabil, meski jalur diplomasi tengah dibuka.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menyatakan bahwa Iran siap menghentikan operasi militernya jika serangan terhadap negaranya dihentikan.
Ketegangan juga masih berlanjut di Lebanon. Meski Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengklaim gencatan senjata mencakup seluruh wilayah termasuk Lebanon, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Belum ada indikasi bahwa Israel menghentikan operasinya terhadap kelompok Hizbullah.
Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2026 Masih Dikaji, Full atau Dipangkas? Ini Kata Purbaya
Serangan lintas batas dan operasi militer di Lebanon selatan dilaporkan masih terus berlangsung.
Ketidaksinkronan antara pernyataan politik dan realitas militer ini berpotensi mengganggu proses negosiasi yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad.
Gencatan senjata dua pekan seharusnya menjadi momentum penting untuk meredakan konflik dan mencapai kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Namun, jika serangan terus berlanjut dari berbagai pihak, peluang keberhasilan diplomasi bisa terancam.