← Beranda
Iran Pasang Syarat: Selat Hormuz Dibuka Jika Kerugian Perang Diganti
Nanda PrayogaSelasa, 7 April 2026 | 04.59 WIB
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa mereka telah menembak jatuh jet tempur F-35 AS di bagian tengah negara itu pada Jumat (3/4). (Anadolu)

JawaPos.com - Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan kembali dibuka jika pendapatan dari aktivitas transit di jalur tersebut dialokasikan untuk menutup kerugian akibat perang.

Seperti dilansir dari Anadolu, pernyataan ini disampaikan Kantor Kepresidenan Iran pada Minggu (5/4), di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Mehdi Tabatabai, Deputi Komunikasi dan Informasi Kantor Kepresidenan Iran, menyatakan melalui platform X bahwa Selat Hormuz baru akan dibuka kembali apabila sebagian pendapatan transit digunakan untuk mengganti seluruh kerugian yang timbul dari perang yang dipaksakan kepada Iran.

Tabatabai juga melontarkan kritik keras kepada Presiden AS Donald Trump, dengan mengatakan bahwa Trump telah mengumbar hinaan dan omong kosong karena putus asa dan marah, serta menuduhnya memulai perang besar di kawasan sembari terus melontarkan klaim yang tidak berdasar.

Baca Juga: Iran Siapkan Aturan Baru Selat Hormuz, AS-Israel Terancam Diblokir di Tengah Tekanan Donald Trump

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Hingga kini, serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Selain itu, Iran juga memberlakukan pembatasan terhadap pergerakan kapal di Selat Hormuz, jalur strategis yang sangat penting bagi distribusi energi dunia.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra