← Beranda
Dahsyat! Inilah Daftar Perusahaan Raksasa Dunia yang Mendukung Genosida Israel di Gaza: Ada Google dan Microsoft Juga
Rian AlfiantoJumat, 4 Juli 2025 | 00.59 WIB
Ilustrasi: Microsoft haramkan karyawannya pakai Android di Tiongkok. (Gizmochina)

JawaPos.com - Laporan mengejutkan datang dari PBB yang menyebut sederet perusahaan raksasa global terlibat dalam mendukung genosida Israel di Gaza.

Laporan ini dirilis oleh Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk HAM di wilayah pendudukan Palestina, yang menyatakan bahwa korporasi-korporasi besar tersebut tak hanya sekadar terlibat, tetapi telah 'tertanam dalam ekonomi genosida'.

“Karena menguntungkan bagi banyak pihak, genosida ini terus terjadi,” tegas laporan tersebut dikutip via Al-Jazeera.

Siapa Saja Perusahaan yang Diduga Terlibat?

Albanese menyebutkan 48 perusahaan yang secara langsung atau tidak langsung mendukung agresi Israel di Gaza dan pendudukan Palestina. Laporan ini akan disampaikan secara resmi di Jenewa.

Berikut daftar perusahaan yang disebut dalam laporan tersebut:

Industri Militer & Persenjataan

- Lockheed Martin (AS) – Produsen utama jet tempur F-35 yang digunakan Israel
- Leonardo S.p.A (Italia) – Memasok sistem pertahanan militer
- FANUC Corporation (Jepang) – Robotik untuk lini produksi senjata
- Elbit Systems (Israel) – Produsen senjata dan teknologi militer
- Palantir Technologies (AS) – Menyediakan teknologi AI untuk identifikasi target di Gaza (termasuk sistem "Lavender" dan "Gospel")

Raksasa Teknologi & Pengawasan

- Microsoft – Memberikan akses luas teknologi cloud dan AI ke pemerintah Israel
- Alphabet Inc. (Google) – Teknologi untuk pemrosesan data dan pengawasan
- Amazon – Mendukung infrastruktur data Israel
- IBM – Melatih militer Israel dan mengelola database biometrik warga Palestina

Penyedia Infrastruktur Pendudukan & Penggusuran

- Caterpillar (AS) – Alat berat untuk menghancurkan rumah-rumah warga Palestina
- Volvo Group (Swedia) – Kendaraan dan mesin untuk pemukiman ilegal
- HD Hyundai (Korea Selatan) – Alat berat untuk proyek permukiman Israel
- RADA Electronic Industries (dimiliki Leonardo) – Teknologi pendukung pendudukan

Bisnis Pariwisata di Wilayah Pendudukan

- Airbnb – Menawarkan akomodasi di permukiman ilegal
- Booking.com – Menyewakan properti di wilayah pendudukan, melegitimasi kehadiran Israel

Energi & Bahan Bakar

- Drummond Company (AS) – Pemasok batu bara ke Israel
- Glencore (Swiss) – Suplai batu bara dari Kolombia untuk pembangkit Israel

Sektor Pertanian, Pangan dan Keuangan 

- Bright Dairy & Food (Tiongkok) – Pemilik mayoritas Tnuva, konglomerat makanan Israel yang beroperasi di tanah Palestina
- Netafim (dimiliki Orbia/Meksiko) – Teknologi irigasi yang membantu eksploitasi sumber air di Tepi Barat
- BNP Paribas (Prancis) – Membantu pendanaan Israel dengan pembelian obligasi.
- Barclays (Inggris) – Terlibat dalam pengelolaan keuangan untuk Israel selama perang.

Laporan PBB ini menggambarkan bagaimana keuntungan ekonomi menjadi penggerak utama keberlanjutan penjajahan dan serangan brutal terhadap rakyat Palestina. Tidak hanya perusahaan senjata, tetapi juga teknologi, keuangan, pariwisata, dan pangan ikut menopang kekejaman Israel.

“Perusahaan-perusahaan ini bukan hanya terlibat, mereka adalah bagian dari mesin genosida,” tegas Francesca Albanese.

Laporan ini juga memicu seruan boikot terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, serta desakan agar negara-negara dunia dan organisasi internasional melakukan investigasi lanjutan dan penindakan hukum terhadap keterlibatan korporasi dalam kejahatan perang dan genosida.

 

EDITOR: Kuswandi