← Beranda
Hamas Berikan Respons Positif Soal Rencana Pembebasan Sandera dan Gencatan Senjata di Gaza
Diki Febrianto• Kamis, 8 Februari 2024 | 00.46 WIB
Menteri Luar Negeri Antony J. Blinken dan Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al-Thani, perdana menteri dan menteri luar negeri Qatar. (nytimes.com)

JawaPos.com - Hamas telah menjawab usulan yang dapat memberhentikan pertempuran di jalur Gaza, serta membebaskan warga Israel yang disandera di sana. 

Dilansir dari nytimes.com belum ada kesepakatan yang dicapai dan tidak jelas tanggapan Israel terhadap usulan Hamas tersebut. 

Pada konferensi pers yang berlangsung di Doha, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony J. Blinken bersama Menteri Luar Negeri Qatar, dan Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al-Thani.

Baca Juga: Gencatan Senjata Israel-Hamas di Palestina Dikabarkan Segera Terjadi Selama 35 Hari

Mereka menyatakan bahwa perundingan telah menerima tanggapan Hamas dan kelompok bersenjata yang berperang dengan Israel di Gaza. 

Tidak hanya itu, respon dan beberapa komentar Hamas secara umum menunjukkan itikad positif.

Antony J. Blinken dalam kunjungan ke Timur Tengah menyampaikan rencana bahwa akan membahas tanggapan Hamas dengan para pemimpin Israel pada hari Rabu (2/7) saat bertemu Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, emir Qatar, dan dengan Presiden Abdel Fattah el-Sisi dari Mesir, di Kairo.

Baca Juga: Situasi Semakin Memanas, Pimpinan Politik Hamas dan Kelompok Mempelajari Usulan untuk Menghentikan Pertempuran di Gaza

“Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, namun kami tetap yakin bahwa kesepakatan itu mungkin dan memang penting, dan kami akan terus bekerja tanpa henti untuk mencapainya” ujar Antony J. Blinken.

Selain itu, jawaban Hamas tersebut telah mengejutkan Antony J. Blinken dan Gedung Putih, yang hanya punya sedikit waktu untuk meninjau, sebelum ditanyakan secara terbuka tentang hal tersebut. 

Sedangkan pejabat Qatar menerima proposal Hamas hanya satu jam sebelum Antony J. Blinken tiba untuk pertemuan di Doha.

Baca Juga: Hamas Siapkan Rencana Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera di Gaza, Berikut Isi Perjanjiannya

Oleh karena itu, Antony J. Blinken bersama tim langsung melakukan tinjauan dengan cepat dan memberikan arahan kepada pejabat di Gedung Putih. 

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan bahwa mereka telah menangani kerangka kerja yang diusulkan dengan positif. 

Mereka tidak menjelaskan lebih lanjut, namun menegaskan kembali tuntutan-tuntutan mereka sebelumnya, yang termasuk gencatan senjata permanen serta rekonstruksi di Gaza.

Selain itu, tuntutan lainya termasuk diakhirinya blokade Israel terhadap wilayah tersebut dan pembebasan tahanan Palestina di Israel.

Seorang pejabat Israel yang menangani masalah ini menyatakan bahwa pihaknya merasa tidak puas dengan jawaban Hamas. 

Baca Juga: Serang Rumah Sakit Ibnu Sina di Jenin Palestina, Pasukan Israel Bunuh Komandan Hamas

Seorang tersebut yang tidak ingin disebut namanya mengatakan bahwa Hamas menginginkan kesepakatan jika Hamas dapat memastikan kendali berkelanjutan atas Gaza.

Oleh karena itu, kedua syarat yang diajukan oleh Hamas, mendapat tolakan dari Israel. Mossad selaku agen mata-mata Israel mengatakan bahwa pihak mereka telah menerima balasan dari Qatar. 

Lebih rinci, sedang dilakukan kajian secara mendalam oleh semua pejabat yang terlibat dalam negosiasi. 

Baca Juga: Bunuh 3 Tentara AS, Hamas: Kami Akan Lindungi Rakyat Kami

Mesir dan Qatar telah menjadi perantara utama dalam negosiasi dengan Hamas, terkait proposal yang dirancang Amerika Serikat untuk dapat menghentikan sementara perang yang telah menghancurkan Gaza. 

Tidak hanya itu, dalam proposal juga terdapat rancangan untuk membebaskan sandera yang tersisa di Gaza dengan imbalan warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.

Selain itu, juga terdapat rancangan agar mendapatkan izin lebih banyak terkait masuknya makanan, obat-obatan, dan pasokan dasar lainya ke wilayah tersebut.

EDITOR: Nicolaus Ade