JawaPos.com – Hamas dan Israel telah sepakat untuk menghentikan sementara pertempuran di Gaza.
Dalam perjanjian tersebut, keduanya setuju untuk gencatan senjata selama empat hari dengan syarat pembebasan 50 perempuan dan anak-anak di bawah usia 19 tahun yang disandera oleh Hamas.
Hal itu dijadikan sebagai imbalan atas pembebasan 150 perempuan dan remaja Palestina yang ditahan oleh Israel.
Dari total sekitar 240 sandera sejak serangan pada Sabtu (7/10), 50 sandera diperkirakan akan dibebaskan secara bertahap selama periode gencatan terjadi.
Hamas menyatakan bahwa Israel setuju untuk menghentikan lalu lintas udara di utara Gaza dari pukul 10 pagi hingga 4 sore setiap hari selama gencatan senjata.
Dikutip dari Reuters pada Sabtu (25/11), International Committee of the Red Cross (ICRC) mengumumkan dimulainya operasi untuk membantu pembebasan dan penyerahan sandera.
Sebelumnya, Komite Palang Merah Internasional ini memang berjanji akan memfasilitasi pembebasan para sandera tersebut.
Baca Juga: Makin Brutal! Israel Intensifkan Serangan Hebat Dua Hari Beruntun Sebelum Jeda Kemanusiaan Dimulai
Seorang juru bicara memastikan bahwa 24 sandera telah dievakuasi dari Gaza dan diserahkan kepada pemerintah Mesir di penyeberangan perbatasan Rafah.
Proses tersebut melibatkan transportasi melalui Mesir, karena satu-satunya negara selain Israel yang berbagi perbatasan dengan Gaza.
Dalam operasi tersebut, delapan anggota staf ICRC menyertai sandera dalam empat mobil yang berjalan beriringan.
Fabrizio Carboni, direktur regional ICRC untuk Timur Dekat dan Timur Tengah, mengungkapkan kepedihan mendalam yang dirasakan oleh anggota keluarga yang terpisah.
Ia menyatakan lega bahwa beberapa dari mereka akhirnya dapat berkumpul lagi setelah menderita begitu lama.
Meskipun demikian, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai rincian pembebasan tersebut.
ICRC sebagai organisasi netral yang berbasis di Swiss, juga menyebutkan bahwa operasi ini melibatkan pengiriman bantuan tambahan yang sangat diperlukan ke Gaza.
Bantuan tersebut berupa pengiriman truk-truk berisi bahan makanan dan bahan bakar bagi warga di Gaza.
Mengingat 2,3 juta penduduk menghadapi kekurangan makanan dan banyak rumah sakit tutup karena kehabisan bahan bakar untuk generator mereka.
***