JawaPos.com- Perombakan besar dilakukan oleh Perdana Menteri, Rishi Sunak, di Kabinet Inggris.
Salah satu keputusan mengejutkan dari perombakan kabinet tersebut, adalah pemecatan Suella Braverman dari jabatannya sebagai Menteri Dalam Negeri.
Dilansir news.sky.com pada Selasa (14/11), mantan menteri kabinet menyatakan bahwa Braverman akan menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di bangku cadangan Partai Konservatif.
Keputusan Sunak ini terjadi dalam konteks pemilihan umum yang mungkin dilaksanakan dalam 12 bulan ke depan.
Pemecatan terhadap Suella Braverman diketahui lantaran ia menuduh kepolisian London menerapkan "standar ganda" dalam menangani protes pro-Palestina.
Jejak kontroversial tersebut tampaknya melekat pada masa jabatannya.
Pekan lalu, aksi bela Palestina diikuti oleh ratusan ribu orang, menuntut dukungan Inggris untuk gencatan senjata di tengah agresi Israel di Gaza.
Namun, protes tersebut berubah menjadi kerusuhan ketika pendemo pro-Israel muncul, menyusul pernyataan Braverman yang menyebutnya sebagai "pawai kebencian."
Theresa Villiers, mantan Menteri Lingkungan Hidup, menyiratkan bahwa Braverman bisa menjadi tantangan bagi perdana menteri setelah dipecat.
Baca Juga: Menteri Dalam Negeri Inggris Suella Braverman Dipecat Usai Memprotes Demonstran Pro Palestina
Meskipun Braverman telah diberhentikan setelah kontroversi seputar komentarnya, beberapa anggota Partai Konservatif mengkritik keputusan Sunak.
Dalam perombakan Kabinet yang mencolok, Rishi Sunak menunjuk mantan perdana menteri David Cameron sebagai Menteri Luar Negeri.
Sebagai pengganti, James Cleverly, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri luar negeri, diberikan peran baru sebagai Menteri Dalam Negeri.
Perubahan signifikan lainnya termasuk Steve Barclay yang mengambil posisi Therese Coffey sebagai Sekretaris Lingkungan Hidup, dan Victoria Atkins yang menjadi Sekretaris Kesehatan.
Keputusan kontroversial Suella Braverman, termasuk pernyataannya tentang tunawisma dan protes pro-Palestina, menimbulkan tekanan dan kritik.
Meskipun ada yang menyambut baik perubahan di Kabinet, beberapa anggota parlemen menilai pemecatan Braverman sebagai sebuah kesalahan.
Dengan dipecatnya Suella Braverman, hal tersebut dapat melemahkan peluang Partai Konservatif dalam pemilihan umum mendatang.
Kembalinya David Cameron ke panggung politik juga menjadi sorotan, menambah dinamika perubahan politik yang terjadi di pemerintahan Inggris.
Sementara itu, James Cleverly, yang kini menjadi Menteri Dalam Negeri, akan menghadapi pengawasan ketat dalam beberapa hari mendatang.
Pengawasan tersebut terkait keputusan deportasi Rwanda yang kontroversial.
Perombakan Kabinet ini menciptakan situasi politik yang penuh ketegangan dan akan menjadi sorotan utama dalam perjalanan politik Inggris menuju pemilihan umum yang semakin dekat.
***