Jawapos.com – Serangan Israel ke Kota Gaza sejak 7 Oktober silam telah menimbulkan dampak yang sangat buruk khususnya pada fasilitas medis. Banyaknya warga sipil yang terluka serta terhambatnya pasokan medis membuat beberapa Rumah sakit di Gaza harus melakukan cara yang menyakitkan agar dapat menyelamatkan nyawa pasien.
Dilansir dari Reuters, pemandangan ini terlihat di RS Al-Shifa. Seorang gadis kecil menangis kesakitan ketika perawat menjahit luka di kepalanya tanpa menggunakan obat bius karena tidak ada stok.
Abu Emad Hassanein, seorang perawat di RS Al-Shifa menggambarkan bagaimana kengerian yang terjadi ketika gelombang besar orang yang terluka bersamaan dengan kelangkaan obat bius sejak sebulan lalu.
Baca Juga: Aksi DatangBersihPulangBersih Menjadi Moto Suporter Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya
Untuk mengatasi itu, Hassanein biasanya menyuruh pasien menggigit kain untuk mengurangi rasa sakit.
“Kadang-kadang kami memberi beberapa di antaranya kain kasa steril (untuk digigit) untuk mengurangi rasa sakitnya,” kata Hassanein.
“Kami tahu bahwa rasa sakit yang mereka rasakan lebih dari yang dibayangkan orang, melebihi apa yang dialami orang seusia mereka,” tambahnya.
Abu Thair, pasien yang dirawat di RS Al-Shifa juga mengatakan bahwa ia tidak diberikan obat bius saat pertama kali dijahit.
Ia lantas membaca ayat suci Alquran untuk mengurangi rasa sakit sampai perawat selesai mengobati lukanya.
“Saya terus mengaji sampai mereka selesai,” ujarnya.
Sebagai informasi, hingga saat ini, Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, jumlah korban tewas di Palestina telah mencapai 10.818 orang, bertambah lebih dari 300 orang dalam sehari.
Sementara di Tepi Barat, 175 warga tewas akibat serangan Israel yang membabi buta.
Jumlah korban tersebut mencakup lebih dari 4.412 anak-anak. 2.641 wanita dan 611 orang lanjut usia.
Pihak kementerian juga melaporkan lebih 25.000 orang lainnya terluka akibat perang ini.
Baca Juga: Siap-Siap, Kisah Romansa Dilan dan Ancika dalam Film Ancika 1995 Bakal Segera Tayang di Bioskop!
Dunia Internasional terus memberikan kecaman dan mendesak Israel menghentikan serangan serta melakukan gencatan senjata.
Akan tetapi negara zionis tersebut menolak dengan alasan hal tersebut hanya akan membiarkan Hamas merencanakan serangan lebih matang.