JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan jaringan komunikasi di Gaza agar segera dipulihkan saat pasukan Israel terus menggempur Palestina.
"Tanpa konektivitas, orang-orang yang perlu segera penanganan medis tak bisa menghubungi rumah sakit dan ambulans," kata Ghebreyesus dikutip dari France24 pada Selasa (7/11).
"Semua kanal komunikasi harus dipulihkan sesegera mungkin," tambahnya.
Baca Juga: Desak Pemberhentian Genosida di Gaza, Warga Yahudi di New York Gelar Unjuk Rasa
Perusahaan telekomunikasi Palestina sebelumnya menyatakan Israel kembali memutus jaringan internet dan komunikasi di Jalur Gaza pada Minggu.
"Rute utama yang sebelumnya terkoneksi, kembali terputus dari oleh pihak Israel," dilansir dari NZ Herald News.
Pemutusan ini merupakan kali ketiga Israel melumpuhkan total jaringan internet dan komunikasi di Gaza sejak pasukan Zionis dan Hamas bertempur.
Baca Juga: Israel Nyatakan Bakal Terbuka untuk Jeda Perang Gaza, Netanyahu: Satu Jam di Sini, Satu Jam di Sana
Usai komunikasi terputus, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di sejumlah wilayah di Jalur Gaza selama beberapa jam terakhir.
Mereka menggempur sekitaran rumah sakit di utara Gaza.
Melihat pemutusan akses komunikasi ini, pengamat politik global Marwan Bishara menilai Israel sengaja membuat warga Palestina terisolasi dari dunia.
Baca Juga: Izin Sulit Keluar, Dana Pembangunan RS Indonesia di Hebron Dialihkan untuk Gaza
Bishara menerangkan pemutusan komunikasi tak akan berdampak ke Hamas, tetapi ke warga sipil.
Hamas memiliki jaringan komunikasi sendiri yang tak terhubung dengan seluruh koneksi di Jalur Gaza.
Hamas lanjut dia akan terus berkomunikasi dengan sesama anggota mereka. Sementara itu, Israel membombardir Gaza dan memastikan pesan kejahatan mereka tak diketahui dunia.
"Itulah kenapa apa yang dilakukan Israel sekarang, membuat seluruh dunia tak mungkin menjangkau warga sipil Palestina," kata Bishara.
Rumah Sakit dan fasilitas medis lain juga tak bisa menjangkau mereka karena jalur komunikasi yang padam.