← Beranda
Tindak Antisemitisme Kembali Terjadi, Dua Ledakan Bom Molotov Dilempar ke Sinagoge Yahudi 
Aulia RamadhaniKamis, 19 Oktober 2023 | 15.59 WIB
Polisi berjaga di depan gedung sinagoga komunitas Yahudi Kahal Adass Jisroel di Berlin setelah insiden pada Rabu dini hari.

 

JawaPos.com – Sikap antisemitisme atau prasangka serta kebencian terhadap Yahudi, kembali terjadi di Berlin, Jerman. 

Bahkan belum lama ini, tindak pengeboma ke sinagoga atau tempat ibadah Yahudi kembali dilakukan oleh seorang oknum.

Menyikapi hal tersebut, Kanselir Jerman Olaf Scholz berjanji akan meningkatkan perlawanan terhadap antisemitisme setelah terjadinya dua ledakan bom molotov ke sinagoga Yahudi di pusat kota Berlin.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (19/10), Olaf Scholz merasa marah dengan percobaan pembunuhan serius yang terjadi pada Rabu dini hari di distrik Mitte di kota tersebut.

“Dua orang tak dikenal berjalan kaki dan melemparkan dua botol terbakar berisi cairan ke arah sinagoga di Brunnenstrasse,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dan bangunan milik komunitas Kahal Adass Jisroel tidak mengalami kerusakan, namun hal tersebut tidak dibenarkan.

Baca Juga: Sekolah-Sekolah Yahudi di Seluruh London Ditutup hingga Hari Senin Demi Keselamatan Para Murid

Scholz menggambarkan ketegangan yang melanda negaranya setelah perang Israel-Hamas sebagai hal yang “tidak manusiawi, menjijikkan dan tidak dapat ditoleransi”.

Dengan tegas, Ia mengutuk serangan terhadap sinagoga tersebut, dia mengatakan perlindungan lebih lanjut akan diberikan kepada lembaga-lembaga Yahudi.

“Saya ingin mengatakan secara tegas bahwa saya marah,” kata Scholz kepada wartawan saat berkunjung ke Mesir.

Melalui media social, Ia menekankan bahwa “antisemitisme tidak memiliki tempat di Jerman” serta berterima kasih kepada pasukan keamanan atas kerja mereka.

“Serangan terhadap lembaga-lembaga Yahudi, kerusuhan yang disertai kekerasan di jalan-jalan kita, ini tidak manusiawi, menjijikkan dan tidak dapat ditoleransi,” jelasnya.

Kendati demikian, Jerman telah meningkatkan perlindungan di sinagoga-sinagoga dan sekolah-sekolah Yahudi di seluruh negeri dan sebagian besar melarang demonstrasi pro-Palestina 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti