JawaPos.com - Dari tahun ke tahun DAMRI menjadi garda terdepan transportasi Indonesia.
Angkutan yang dimiliki DAMRI pun sudah mengaspal di berbagai wilayah, salah satunya juga melayani transportasi wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).
Terdapat tujuh trayek yang dimiliki oleh DAMRI untuk melayani masyarakat.
Diantaranya angkutan kota, angkutan antar kota, lintas batas negara, angkutan ke bandara, angkutan travel dan pariwisata, angkutan logistik dan angkutan perintis.
Dari masing-masing trayek tersebut memiliki rute dan fungsinya. Berikut kegunaan trayek yang dimiliki DAMRI yang dilansir dari portal DAMRI.
1. Angkutan kota
Melayani trayek perkotaan baik regular maupun BRT (Bus Rapid Transit). Diselenggarakan oleh 18 Kantor Cabang DAMRI dan satu SBU khusus untuk BRT Transjakarta
2. Angkutan antar Kota
Terdiri dari antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP). Terdapat di 33 Kantor Cabang DAMRI
3. Angkutan lintas batas negara
Melayani trayek Pontianak (Indonesia's) tujuan Kuching (Malaysia) dan tujuan Bandar Seri Begawan (Brunei).
DAMRI sedang merintis rute antar negara lain ke Timor Leste dan Papua Nugini
4. Angkutan bandara
Melayani trayek dari dan menuju bandara. Terdapat di 25 Kantor Cabamg yang terdiri dari 90 trayek dan didukung dengan 598 unit armada.
5. Angkutan travel atau pariwisata
Melayani angkutan travel dan pariwisata dengan menggunakan kendaraan minibus dan bus besar.
Juga bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam pengangkutan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari terminal kedatangan Bandara Soekarno ke daerah asal TKI.
Dimungkinan untuk transportasi yang akan diguanakan oleh DAMRI yakni menggunakan moda angkutan travel ini, dengan tipe HiAce.
6. Angkutan logistik
Melayani pengiriman barang dengan menggunakan truk. Tersedia di 4 kantor cabang. DAMRI bekerjasama dengan PT Pos Indonesia, kereta api logistic dan pihak lain dalam hal ini.
7. Angkutan perintis
Melayani daerah 3T ( Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang belum dilayani oleh perusahaan angkutan lain.
Angkutan perintis ii merupakan sebuah penugasan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi agar anak-anak dapat bersekolah di lokasi 3T.