JawaPos.com - Pemerintah menargetkan Bandara Dhoho Kediri di Jawa Timur (Jatim) beroperasi pada 2023. Bandara yang dibangun dengan pembiayaan dari swasta ini dilakukan atas kerja sama PT Surya Dhoho Investama, anak usaha dari PT Gudang Garam Tbk bersama PT Angkasa Pura I (Persero).
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Bandara Dhoho Kediri nantinya bisa dimanfaatkan untuk penerbangan komersial, umrah, dan haji. "Masyarakat Kediri dan sekitarnya banyak sekali yang ingin umrah dan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Jakarta dan Surabaya," kata Menhub dalam keterangan tertulis, Rabu (7/9).
Ia menjelaskan, pembangunan bandara dengan model kerja sama unsolicited ini bisa diikuti oleh swasta lainnya. Sehingga, kata Budi, tidak perlu lagi dana APBN dalam pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia.
"Hal yang luar biasa, saat swasta membangun, sehingga tidak perlu kantong (dana) APBN. Ini juga bagian dari rencana strategi Kementerian Perhubungan, untuk terus mendukung pendanaan kreatif untuk berbagai proyek infrastruktur transportasi di Indonesia," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Suryo Dhaha Investama yang juga sebagai Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya sebagai pemrakarsa proyek KPBU unsolicited Bandara Kediri.
"Kami juga sampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim dan Bupati Kediri yang telah membantu kelancaran pembangunan bandara ini. Semoga kehadiran bandara ini memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah selatan Jawa," ujar Istata Taswin Siddharta.
Berdasarkan hasil pengadaan yang telah dilakukan, kerja sama antara PT Suryo Dhaha Investama dan PT Angkasa Pura I (Persero) dilakukan dengan durasi kerja, yaitu 50 tahun sejak bandara mulai dioperasikan.
Adapun total nilai investasi mencapai Rp 10,8 triliun. Rinciannya, sebesar Rp 6,6 triliun pada tahap I, Rp 1,2 triliun pada tahap II, dan Rp 3 triliun pada tahap III. Dengan pembangunan ini, ditargetkan Bandara Dhoho Kediri dapat menampung sebanyak 1,5 juta penumpang per tahun pada tahap 1. Sedangkan, tahap II sebanyak 4,5 juta penumpang per tahun dan tahap III 10 juta penumpang per tahun.